Kostrad

Penghormatan Terhadap Budaya Lokal, Satgas Yonif RK 136/TS Memeriahkan Tradisi Bambu Gila

Oleh 11 Jun 2019 Tidak ada komentar
6 4
#TNIAD 

JAKARTA. tniad.mil.id – Satuan Penugasan (Satgas) Yonif RK 136/Tuah Sakti yang melaksanakan Pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) di Maluku Tengah, ikut serta memeriahkan tradisi Bambu Gila oleh masyarakat Desa Liang.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 136/TS Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis dalam rilis tertulisnya di Maluku Tengah, Minggu (9/6/2019).

Dikatakannya, acara yang diikuti oleh anggota Pos Liang SSK II Satgas Yonif RK 136/TS tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1440 H sebagai wujud kemanunggalan TNI-Rakyat. Satgas Yonif RK 136/TS merupakan bagian dari Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 151/Binaiya.

Kesenian Bambu Gila atau Buluh Gila atau Bara Suwen merupakan kesenian tradisional masyarakat Maluku yang sangat kental akan nuansa mistis. Kesenian ini dibawakan oleh sembilan orang laki-laki (bertelanjang dada) yang memeluk bambu dan satu orang bertindak sebagai pawang.

“ Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi-tradisi adat di daerah Maluku Tengah, selain untuk menjaga kesenian di daerah Maluku Tengah, acara ini dilaksanakan sebagai hiburan rakyat Desa Liang dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H”, ujar Dansatgas.

Pertunjukan Bambu Gila ini diawali dengan ritual membakar kemenyan dan membacakan mantra oleh pawang, kemudian asap tersebut dihembuskan pada bilah bambu yang dibawa oleh para pemain, dengan tujuan untuk mengundang roh gaib masuk dan menggerakkan bambu tersebut.

“Setelah proses ritual selesai maka bambu akan terasa semakin berat dan mulai bergerak sendirinya, para pemain harus memeluk dan menahan bambu dengan kuat, disini banyak pemain yang terjatuh saat menahan bambu yang dipeluknya”, jelas Ramelan Rambati, salah seorang tokoh adat setempat.

Terpisah, Danpos Danpos Liang Serka Erdianto menyampaikan rasa senang dan bangganya dapat ikut serta dalam tradisi adat Maluku Tengah ini.

“ Pada kesempatan ini kami diberi kehormatan untuk dapat memainkan kesenian tersebut, banyak warga yang terhibur pada saat kami memainkan kesenian Bambu Gila. Hal ini dapat menjalin hubungan baik dan kedekatan kami dengan warga Desa Liang”, pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel