Kostrad

Lemas Habis Melahirkan dan Transportasi Terbatas, Yuliana Titin Ditandu Satgas Yonmek 643

Oleh 06 Jul 2019 Tidak ada komentar
Wujudkan Mimpi Warga Ifia-fia, Satgas Yonif 328 Bangun Lapangan Voli
#TNIAD 

JAKARTA-tniad.mil.id,- Dikarenakan terbatasnya sarana transportasi, dalam kondisi lemas setelah melahirkan di Puskesmas Entikong, Yuliana Titin (37) ditandu anggota Satgas Pamtas Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns, menuju rumahnya di Dusun Panga, Desa Semanget.

Hal itu disampaikan Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto dalam rilis tertulisnya, di Entikong, Sanggau, Kalbar, Sabtu (6/7/2019).

Diungkapkan Dansatgas, hal itu bermula dari laporan beberapa orang warga Panga bahwa pasca melahirkan, kondisi Yuliana Titin lemah dan memerlukan penanganan yang cepat.

“Mendengar itu, Danpos Panga, Sersan Satu Dedek Sumantri, berinisiatif membantu Ibu Yuliana bersama anggotanya,” ujar Dwi Agung.

“Apalagi, yang bersangkutan baru selesai melahirkan, perlu mendapat perhatian,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pasca melahirkan dan dirawat selama 3 hari, meski dalam kondisi lemas, Yuliana oleh pihak Puskesmas dianggap sudah sehat dan bisa di bawa pulang.

“Termasuk bayinya juga dalam kondisi sehat, dibawa oleh bapaknya. Namun, Ibu Yuliana sendiri kondisinya masih lemas dan belum memungkinkan jalan kaki,” terangnya.

Dengan kondisi itu, lanjut Dwi Agung, Ibu Yuliana juga tidak memungkinkan jika dibawa menggunakan sepeda motor.

“Sementara itu, kendaraan roda empat atau transportasi lainnya sangat terbatas,” ucap Dwi Agung.

“Maka, tiada pilihan lain, Danpos Panga berinisiatif untuk membawanya dengan cara ditandu,” tambahnya.

Kendala yang dihadapi mereka, lanjut Dwi Agung, ternyata tidak hanya masalah transportasi saja, melainkan juga kondisi jalan yang cukup berat.

“Yaitu, medannya naik turun dengan jarak tempuh sekitar 4 Km, dari Puskesmas Entikong ke rumah Ibu Yuliana. Syukur alhamdulillah, Ibu Yuliana tiba di rumah tanpa kendala apapun,” tegasnya.

“Semoga lekas pulih dan sehat kembali, termasuk bayinya. Untuk memastikan, anggota Pos Satgas juga akan membantu memantau ataupun memeriksa kondisinya,” tambah Dwi Agung.

Dengan adanya kejadian tersebut, Dwi Agung berharap agar keberadaan mereka sebagai Satgas di wilayah perbatasan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitarnya.

“Komposisi Satgas sangat lengkap, demikian juga dengan peralatan dan perlengkapannya,” ujar Dwi Agung.

Dikatakan Dwi Agung, semua yang mereka bawa, pada dasarnya bukan hanya untuk menjalankan tugas pengamanan perbatasan saja, namun juga dapat dipergunakan untuk membantu warga di sekitar pos perbatasan.

“Keberadaan kita disini, harus bisa menjadi bagian solusi bagi masyarakat. Jika ada kendala apapun, Satgas akan terbuka 1×24 jam membantu masyarakat,” pungkasnya.(Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel