Kostrad

Peduli Pendidikan Anak Perbatasan, Yonif PR 328 Resmikan Pondok Alam Dirgahayu di Mosso

Oleh 05 Jul 2019 Tidak ada komentar
Peduli Pendidikan Anak Perbatasan, Yonif Pr 328 Resmikan Pondok Alam Dirgahayu Di Mosso
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id –
Sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya pendidikan anak di perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH, meresmikan Pondok Alam Dirgahayu di Mosso.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han)., dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami, Papua, Jumat (5/7/2019).

Diungkapkan Dansatgas, latar belakang berdirinya Pondok Alam Dirgahayu ini, berawal dari keprihatinan Satgas akan terbatasanya sarana dan prasarana pendidikan di Distrik Muara Tami.

“Selain itu, masih kurangnya tenaga pengajar menjadi hambatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Di Kampung Mosso tersebut kata Dansatgas, hanya ada Sekolah Dasar (SD) saja, sementara untuk tenaga pendidik/guru sangat terbatas, dan terhambat dengan lokasi tempat tinggal yang jauh, sehingga proses belajar mengajar pun ikut terganggu.

“Untuk mengatasi hal tersebut, pada Rabu (3/7/2019), Satgas meresmikan pondok ini sebagai tempat belajar bagi anak-anak, dan personel Satgas siap sebagai guru bantu,” jelasnya.

“Di Pondok ini, anak-anak dapat belajar sambil bermain, dan kebetulan juga personel Satgas miliki kualifikasi mengajar. Jadi sangat tepat jika kita hadirkan pondok ini bagi mereka,” lanjut alumni Akmil 2002 ini.

Menurut dia, generasi muda Kampung Mosso harus dibekali dengan pendidikan yang layak, karena pada dasarnya mereka semua pintar, hanya saja sarana dan fasilitas, serta dukungan yang sangat terbatas.

“Melalui Pondok Alam Dirgahayu ini, anak-anak dapat belajar sambil bermain di luar jam sekolah mulai pukul 15.00 hingga 17.00 Wit,” urainya.

Di pondok ini, kami juga mengajak anak-anak ini untuk bermimpi, dengan menambahkan foto-foto pahlawan Papua yang dapat dilihat oleh anak-anak bahwa tidak ada yang mustahil.

“Walaupun mereka berada di perbatasan, tapi mereka dapat menggapai cita-cita untuk menjadi Dokter, TNI, Polisi, dan bahkan pimpinan daerah Papua kelak di masa depan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jayapura, Fahruddin Passolo (46), mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang dilakukan oleh Satgas.

“Dinas Pendidikan Kota Jayapura sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan bapak Satgas untuk memajukan pendidikan di wilayah perbatasan,” pungkasnya.

Hadir dalam peresmian ini Danramil Muara Tami, Kapolsek, Kepala Kampung dan Tokoh Adat Kampung Mosso. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel