Kostrad

Yonif 408 Ajak Warga Olah Limbah Jadi Ekonomis

Oleh 24 Agu 2019 Tidak ada komentar
onif 408 Ajak Warga Olah Limbah Jadi Ekonomis
#TNIAD 

 

JAKARTA, tniad. mil. id – Dalam mengatasi masalah sampah di wilayah perbatasan (Wiltas), Satgas Pamtas Yonif Raider 408/SBH mengajak warga mengolah limbah menjadi barang yang bernilai ekonomis.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 408/SBH, Mayor Inf Joni Eko Prasetyo, S.I.P.,dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, NTT, Sabtu (24/8/2019).

 

Diungkapkan Dansatgas, masih rendahnya kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya, menjadi problematika dalam kehidupan masyarakat.

 

“Apalagi kalau tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan aroma tak sedap dan dapat menimbulkan penyakit,” ujarnya.

 

Berawal dari keprihatinan tersebutlah, kata Dansatgas, personel Satgas mengajak warga untuk mengolah sampah menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai ekonomis.

 

“Dengan mengumpulkan sampah-sampah bekas dari kardus, mereka (Satgas) mengenalkan pemanfaatan limbah kardus menjadi tempat alat tulis kepada anak-anak SD Inpres Beitaus, Dusun Makarek Badean, Desa Asumanu Kecamatan Raihat, pada Jumat (23/8/2019),” jelasnya.

 

Pemanfaatan limbah kardus ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi anak-anak generasi muda bahwa sampah – sampah yang kita temukan dan lihat sehari – hari bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” ucap Joni Eko Prasetyo.

 

Limbah karton ini jelasnya, bisa diolah menjadi sebuah kerajinan tangan yang memiliki nilai jual yang tinggi, seperti pembuatan kotak pensil.

 

“Harapannya pembuatan kotak pensil berbahan kardus ini dapat mengurangi jumlah volume sampah yang seringkali menimbun dimana-mana dan bisa mencemarkan tanah,” terangnya.

 

Disamping itu lanjut Joni Eko, Satgas menggugah kesadaran warga untuk peduli pada kebersihan lingkungan.

 

“Pemaafaatan karton ini dapat meningkatkan kreativitas anak bangsa agar dapat berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi kita yang tercinta ini,” tandasnya.

 

Sementara itu, Yun (39), guru SD Inpres Baitaus, mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang mengajari anak-anak mengolah sampah menjadi barang yang berguna.

 

“Selama ini, kardus ini dibuang begitu saja, bahkan sebagian dibakar. Karena rendahnya pengetahuan dan kepedulian dibiarkan berserakan, padahal kalau diolah bermanfaat sekali,” tuturnya.

 

Dirinya pun berharap, melalui kegiatan yang diajarkan bapak Satgas ini, akan dapat mengurangi limbah sampah yang ada.

 

“Kami berterima kasih kepada Pos Maubusa yang sudah memberikan ilmu yang berguna bagi anak anak didik kami, sekaligus bisa meningkatkan ekonomi warga ke depannya,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel