Kostrad

Satgas Yonif 643, Pekikan Kemerdekaan di Puncak Gunung Entinyuh

Oleh 17 Agu 2019 Tidak ada komentar
atgas Yonmek 643 Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Entinyuh
#TNIAD 

 

JAKARTA,tniad.mil.id – Dalam memperingati HUT ke-74 kemerdekaan RI, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/WNS, pekikan kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Gunung Entinyuh.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 643/WNS, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto, dalam rilis tertulisnya di Pos Kotis Gabma Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Sabtu (17/8/2019).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan tersebut diawali dengan acara pelepasan dan tradisi yang dipimpin Komandan SSK III, Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Lettu Inf Debri Wahyu Pranoto, di Dusun Lubuk Sabuk, Desa Lubuk Sabuk.

“Kegiatan ini sebagai wujud syukur Satgas bersama Masyarakat Sekayam, dapat merayakan HUT ke-74 kenerdekaan RI,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebelum dikibarkanya Bendera Merah Putih berukuran 15 X 10 Meter tersebut, kegiatan diawali dengan acara pelepasan dan tradisi.

“Kemudian bendera Merah Putih diarak sejauh 2 Km menuju ke puncak Gunung Entinyuh untuk dikibarkan,”jelasnya.

“Gunung Entinyuh merupakan Gunung tertinggi di Kecamatan Sekayam, dan pengibaran ini dilakukan sebagai bukti tinggi patriotisme masyarakat perbatasan kepada bangsa Indonesia,” urai Dwi Agung Prihanto.

Selain itu juga tambahnya, kegiatan ini bertujuan untuk menunjukan kepada masyarakat di wilayah perbatasan tentang pentingnya rasa nasionalisme kepada NKRI dalam menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sehingga diharapkan dengan pengibaran bendera ini dapat meningkatkan nasionalisme dan kecintaan kepada masyarakat perbatasan kepada NKRI,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam rangka menyambut HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns bersama masyarakat dan 20 komunitas relawan, menghiasi perbatasan dengan mengibarkan seribu Bendera Merah Putih dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 Meter di Tugu Garuda Pancasila perbatasan titik nol Bengkayang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perkumpulan Pencak Silat PSHT, Komunitas Pecinta Alam dan Klub Motor Sekayam, perangkat Desa Lubuk Sabuk dan Berungkat, Siswa PAUD, SD, dan SMP berjumlah 150 orang dan masyarakat Desa Lubuk Sabuk, 80 orang. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel