Kostrad

Tumbuhkan Minat Jadi Prajurit di Wiltas, Satgas Yonif 303 Tampilkan Gultor dan Sniper

Tumbuhkan Minat Jadi Prajurit Di Wiltas, Satgas Yonif 303 Tampilkan Gultor Dan Sniper
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Untuk menumbuhkan minat serta menjaring putra daerah yang berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Satgas Pamtas

Tumbuhkan Minat Jadi Prajurit Di Wiltas, Satgas Yonif 303 Tampilkan Gultor Dan Sniper

Tumbuhkan Minat Jadi Prajurit Di Wiltas, Satgas Yonif 303 Tampilkan Gultor Dan Sniper

Tumbuhkan Minat Jadi Prajurit Di Wiltas, Satgas Yonif 303 Tampilkan Gultor Dan Sniper

Tumbuhkan Minat Jadi Prajurit Di Wiltas, Satgas Yonif 303 Tampilkan Gultor Dan Sniper

Yonif 303/SSM menampilkan pasukan Penanggulangan Teroris (Gultor)  dan Petembak Runduk (Bakduk) atau Sniper dalam program sosialisasi penerimaan prajurit tahun 2019 di SMAN 1 Long Bagun.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 303/SSM Kostrad, Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya di Mahakam Ulu, Sabtu (03/8/2019).

Dikatakan Taufik, kegiatan yang dipimpin Pasiter Lettu Arm Mario Yogitama bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus menjelaskan bagaimana prosedur pendaftaran untuk menjadi seorang prajurit TNI AD.

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk menjaring sumber daya manusia, khususnya putra daerah yang memiliki potensi serta keinginan yang kuat,” ujarnya.

“Semoga melalui sosialisasi ini akan tumbuh pemuda-pemuda perbatasan yang kelak akan mengabdikan dirinya kepada nusa dan bangsa,” terangnya.

Sosialisasi diawali dengan penjelaskan singkat dislokasi penempatan pasukan Satgas oleh Pakum Letda Chk Tunjung Mahardika Hariadi,  S.H. dilanjutkan dengan demonstrasi PJD.

“Saat akan masuk ke inti materi, tiba-tiba pasukan berseragam Gultor dan Bakduk langsung menyebu, masuk ke aula SMA N 1 Long Bagun,” jelasnya.

“Namun, itu hanya bagian dari materi yang disampaikan Sertu Jefri William Sitompul. Kita ingin, apa yang kita tampilkan tadi menjadikan motivasi bagi mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Sertu Jefri menegaskan kepada para pelajar, yang harus dipersiapkan sejak awal adalah mental dan fisik.

“Karena seluruh tes yang diujikan seperti jasmani, psikologi, kesehatan serta akademik, semua tahapan tersebut memerlukan mental dan fisik yang prima,” ujarnya.

“Yang perlu digaris bawahi, tidak adanya biaya yang dipungut untuk menjadi TNI, alias gratis. Untuk lebih jelasnya para siswa dapat mengakses website resmi TNI AD, atau mencari informasi melalui satuan kewilayahan terdekat,” terangnya.

Selain itu, dijelaskan pula tentang Satuan Yonif Raider 303, berbagai perlengkapan yang dimiliki Gultor maupun Bakduk. Di akhir penjelasan, dirinya menawarkan program latihan kepada para pelajar yang memiliki minat serta cita-cita yang kuat untuk menjadi prajurit.

‘’Jika ada yang berminat dan bersungguh sungguh,  jangan sungkan bertanya dan meminta pendampingan untuk penyiapan fisik, kita akan bantu semaksimal mungkin,’’ pungkasnya.

Selesai kegiatan, Pasiter beserta personel lainnya berkesempatan mengunjungi siswa-siswi SMA terpilih di kabupaten Mahulu yang sedang ditempa untuk menjadi Paskibraka pada peringatan HUT ke-74 RI mendatang. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel