Kostrad

500 Pelajar Ikuti Program Penguatan Pendidikan Karakter Yonif 711/Rks

Oleh 14 Sep 2019 Tidak ada komentar
500 Pelajar Ikuti Program Penguatan Pendidikan Karakter Yonif 711/Rks
#TNIAD 

JAKARTA,tniad.mil.id,- Sejumlah 500 pelajar se-Sulawesi Tengah, mengikuti Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara di Yonif 711/Rks, Kota Palu.

Hal tersebut disampaikan Danyonif 711/Rks Letkol Inf. Fanny Pantouw, M.Tr.Han.,M.I.Pol. dalam rilis tertulisnya di Ambon, Sabtu (14/09/2019)

Dikatakan Letkol Fany, kegiatan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara ini berdasarkan hasil Nota Kesepahaman antara Panglima TNI dengan Mendikbud yang ditandatangani tahun 2017.

“Palu menjadi kota ke empat, yaitu tahun 2019 ini, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kota Jawa Timur, Kalimantan dan Bima,” ujarnya.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Yonif 711/Rks dengan Kemendikbud, untuk mendorong penguatan karakter siswa, serta mengimplementasikan Program Nawa Cita di Kota Palu,” terangnya.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini adik-adik lebih mudah mengerti dan memahami apa itu bela negara dan pancasila, sebagai penghalau potensi-potensi kerawanan bangsa kedepannya,” tegasnya.

“Adik-adik generasi penerus dan pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karenanya bekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, sehingga kedepannya, adik-adik yang akan membawa negara ini menjadi maju,” terangnya.

Lebih lanjut diterangkan Fany, selain materi Pancasila dan Bela Negara, kita juga menampilkan Demonstrasi Bela Diri Militer (BDM) dan Pameran Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista).

“Kegiatan ini dilakukan, untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap TNI, kemudian memberikan pemikiran yang positif kepada TNI agar tetap kuat dan handal serta selalu dicintai rakyat, didalam mengawal keutuhan dan kedaulatan nusa dan bangsa tercinta,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan SMP Kemendikbud RI, Mega menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk memupuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada para pelajar usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Pemberian materi diluar kelas ini penting dilakukan, karena apabila pemberian materi hanya di ruangan kelas, kurang efektif,” ucapnya.

“Dengan kegiatan di luar kelas, siswa dapat lebih mencintai alam dan lingkungannya, serta dapat pula berinteraksi langsung dengan para pelajar lainnya,” pungkasnya.

Terpisah, Made pelajar SMP Madani Palu mengatakan, dirinya sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini.

“Kami dapat melihat berbagai perlengkapan dan senjata TNI, dan makan diwaktu dan Outbond. Terima kasih bapak TNI 711,” tandasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel