Kostrad

Cegah Malaria di Perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif R 509 Fogging Rumah Warga

Oleh 04 Sep 2019 Tidak ada komentar
Cegah Malaria di Perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif R 509 Fogging Rumah Warga
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Fogging di sekitar pos Satgas dan rumah warga Arso Tami merupakan salah satu upaya Satgas Pamtas Yonif Raider 509/Kostrad dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit malaria di wilayah perbatasan RI-PNG.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 509/Kostrad, Letkol Inf Wira Muharromah, S.H., Psc., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (4/9/2019).

 

Diungkapkan Dansatgas, wilayah Indonesia Timur merupakan salah satu daerah dengan tingkat kejadian malaria tertinggi. Penyakit yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan dari nyamuk Anopheles ini cukup serius, hingga dapat menyebabkan kematian.

 

“Karenanya fogging ini kita programkan di sekitar rumah-rumah warga, dan tempat-tempat yang diduga kuat berkembangnya bibit penyakit ini, “ ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, di samping melaksanakan fogging, prajurit juga melaksanakan pembersihan sekitar lingkungan untuk mencegah berkembangnya nyamuk Anopheles betina.

 

“Fogging yang dilakukan secara teratur akan menghindarkan warga terjangkit dari nyamuk yang sangat mematikan ini,” jelasnya.

 

Sementara itu, Dokter Satgas, Letda Ckm dr. Abraham Valent Wibisono menjelaskan, untuk mencegah penyakit malaria ini, menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor utama.

 

“Selain rutin dilakukan fogging, menggunakan lotion anti nyamuk dan memasang kelambu sewaktu tidur juga merupakan usaha untuk mencegah gigitan nyamuk”, tuturnya.

 

Dirinya mengharapkan, melalui pengasapan tersebut, prajurit dan masyarakat yang berada disekitar pos terhindar dari malaria yang dapat mengakibatkan kematian.

 

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Buanglah sampah pada tempatnya, dan rajin berolahraga yang teratur untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh,” pungkasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel