Kostrad

Cegah Pelanggaran Lintas Negara, Satgas Pamtas 300 Perketat Pintu Lintas Batas RI-PNG

Oleh 16 Sep 2019 Tidak ada komentar
Cegah Pelanggaran Lintas Negara, Satgas Pamtas 300 Perketat Pintu Lintas Batas RI-PNG
#TNIAD 

 

 

JAKARTA, tniad.mil.id – Untuk mencegah pelanggaran lintas negara, Satgas Pamtas Yonif 300/Bjw memperketat pemeriksaan di Pintu Lintas Batas (PLB) Distrik Waris, Kabupaten Keerom.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Mayor Inf Ari Sutrisno, S.IP., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Senin (16/9/2019).

 

Dikatakan Dansatgas, PLB RI-PNG yang berjarak 1,31 KM dari Pos Waris tersebut, merupakan koridor utama dan harga diri bangsa yang harus dijaga keamanannya.

 

“Untuk sampai di PLB, warga harus melintasi medan yang cukup sulit yaitu dengan melintasi sungai Kalipay kemudian masuk ke Dusun Paitenda.

 

“Melihat kondisi WNI yang banyak memiliki keluarga di PNG dan sebaliknya, maka kita intensifkan _sweeping_, yang dipimpin langsung Danpos Waris Letda Inf Dzaky Faris Naufal,’’ ujarnya.

 

Dirinya berharap dengan pengecekan atau _sweeping_ yang dilakukan secara intensif terhadap para pelintas batas, akan timbul kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan yang berlaku, terutama terhadap barang-barang ilegal.

 

”Ini dilakukan untuk mencegah berbagai tindak pelanggaran lintas negara seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, senjata dan bahan peledak, dan barang ilegal lainnya yang sangat merugikan bangsa kita,” tegasnya.

 

Menurutnya, jika para pelintas batas telah memenuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku, yaitu dengan menunjukkan kartu lintas batas yang resmi, maka masyarakat sekitar bebas melintasi perbatasan RI-PNG, tetapi tetap dalam pengawasan.

 

“Satgas mendorong para aktivitas ekonomi, sosial, maupun budaya dapat berjalan dengan lancar, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan,” jelasnya.

 

“Sampai berakhirnya kegiatan, tercatat 15 orang masyarakat Papua Nugini yang melintas menuju ke Indonesia dengan keperluan bertemu dengan keluarga, menjual hasil bumi, dan berkebun. Sampai saat ini, tidak ditemukan barang-barang yang illegal,’’ tandasnya.

 

Kegiatan tersebut juga mendapat antusias dari Kepala Distrik Waris, Valentinus dan Kepala Polmas Waris, Yopy May selaku tokoh masyarakat. Mereka berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan rutin dan maksimal guna mencegah adanya perdagangan barang-barang terlarang. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel