Kostrad

Jatuh Pingsan Ketika Ibadah di Gereja, Nenek Rosina Dievakuasi Satgas Pamtas Yonif R 142

Oleh 24 Sep 2019 Tidak ada komentar
Jatuh Pingsan Ketika Ibadah di Gereja, Nenek Rosina Dievakuasi Satgas Pamtas Yonif R 142
#TNIAD 

JAKARTA. tniad.mil.id – Nenek Rosina (74) harus dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama oleh Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ, dikarenakan jatuh pingsan karena sakit, ditengah menjalankan Ibadah di Gereja Stasi Santo Paulus, Kecamtan Laisolat, Kabupaten Belu, NTT.

 

Hal itu sampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Mayor Inf Ikhsanudin dalam rilisnya, Belu, NTT, Selasa (24/9/2019).

 

Diungkapan Dansatgas, peristiwa itu terjadi ketika Personel Satgas Yonif Raider 142/KJ di Pos Mahen sedang melaksanakan pengamanan terhadap rekan mereka yang sedang melaksanakan kegiatan ibadah di Gereja Desa Dualisi.

 

“Mereka dipimpin Wadanpos yaitu Serda Rangga Mulyono. Sesuai SOP, selain turut menjaga rekannya yang sedang menjalankan ibadah di gereja, bersama 5 orang anggota lainnya juga _stand by_, untuk mengantisipasi situasi yang dialami warga,” ujar Ikhsanudin.

 

“Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika menjalankan ibadah, karena khusuk, biasanya jemaat kurang memperhatikan jemaat lainnya. Untuk itu, selain kita turut serta menjaga kegiatan ibadah warga, juga mengantisipasi jika ada hal yang perlu segera ditangani,” imbuhnya.

 

Seperti yang dialami Nenek Rosiana, lanjut Ikhsanudin, di dalam suasana khidmatnya pelaksanaan ibadah, tiba-tiba dirinya jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

 

“Beliau warga Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat. Dalam posisi duduk bersandar di dinding kavela, tiba-tiba tidak sadarkan diri, beruntungnya ada warga yang melihat dan langsung lapor ke anggota Satgas yang _stand by_ di luar gereja,” terangnya lebih lanjut.

 

Mendapatkan laporan warga, anggota Satgas pun seketika mengevakuasi Nenek Rosina dari dalam gereja untuk kemudian diberikan pertolongan medis.

 

“Prada Wendy Yolanda, anggota Kesehatan Pos Mahen, langsung dengan sigap mengambil tindakan menggotong nenek tersebut ke rumah masyarakat terdekat untuk diberikan tindakan medis,” tegasnya.

 

“Dengan pertimbangan keselamatan nyawa nenek Rosina, setelah diberikan pertolongan pertama, maka Tim Kesehatan (Pos Mahen) berkoordinasi dengan bidan setempat untuk dibawa kerumah sakit dan mendapatkan pertolongan dan perawatan secara intensif,” tambah Ikhsanudin.

 

Terpisah, setelah Nenek Rosina dievakuasi mengunakan Ambulance, salah seorang warga Desa Fatulatu, Alexus (45), menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesigapan anggota Satgas dalam memberikan pertolongan bagi warganya.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang dengan cepat dapat memberikan bantuan kepada warga masyarakat kami disni, khususnya yang bersifat darurat seperti apa yang terjadi hari ini,” ujar Alexus.

 

Senada dengan disampaikan Dansatgas, Serda Mulyono atas nama Satgas menyampaikan kepada warga bahwa apa yang dilakukan mereka tersebut merupakan kewajiban sebagai abdi negara kepada rakyat.

 

“Itu sudah menjadi bagian dari tugas kami, karena TNI dilahirkan dari rakyat, untuk rakyat dan akan kembali ke rakyat nantinya, jadi kami berharap kepada masyarakat jangan segan-segan apabila membutuhkan bantuan kami,” tandasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel