Kostrad

Mediasi Satgas Yonif R 300, Cegah Pertikaian Warga Keerom

Oleh 28 Sep 2019 Tidak ada komentar
Mediasi Satgas Yonif R 300, Cegah Pertikaian Warga Keerom
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Pertikaian antara dua keluarga, berhasil didamaikan oleh personel Satgas Pamtas Raider 300/Bjw melalui mediasi yang dilakukan di Kampung Suskun Pir V, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif Raider 300/Bjw Mayor Inf Ari Sutrisno, S.IP., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu (28/9/2019)

 

Dikatakan Dansatgas, mediasi yang dilakukan oleh Danpos Wambes Letda Czi M.Rahmat, terjadi pada Jumat (27/9/2019), dimana keduanya masih merupakan keluarga besar.

 

“Permasalahan berawal dari pertengkaran keluarga, Yusuf dan istrinya. Dimana saat berselisih, Yusuf sempat melontarkan kata-kata kasar dan ingin bercerai dari istrinya,” ujarnya.

 

“Karena tidak terima, sang istri pergi meninggalkan rumah dan menceritakan kejadian yang dialaminya, kepada keluarga besarnya,” terangnya.

 

Dijelaskan Dansatgas, mendengar adanya keributan, salah satu warga melaporkan kejadian tersebut kepada Serda Irfan, yang saat itu berada di Kampung Suskun dalam rangka anjangsana ke salah satu warga binaan Pos Wambes.

 

“Setelah menerima informasi, Serda Irfan beserta beberapa anggota bergegas menuju rumah Yusuf, serta melaporkan kepada Danpos melalui telepon selulernya,” ucapnya.

 

“Selang berapa menit kemudian, keluarga dari pihak istri yang juga merupakan adik ipar Yusuf datang, berteriak-teriak (karena dipengaruhi minuman keras), lalu tiba-tiba, memukul pelipis kirinya sampai berdarah,” jelasnya.

 

Lanjutnya, tidak berhenti sampai disitu saja, adik iparnya kemudian melempar semua barang-barang yang ada di dalam maupun di luar rumah,” tuturnya.

 

Melihat kejadian tersebut, Danpos berusaha melerai keributan dengan melakukan mediasi kepada kedua belah pihak.

 

“Melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan, akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai, yang diakhiri dengan penanda tanganan surat perjanjian,

diikuti dengan berjabat tangan dan berangkulan,” pungkasnya.

 

Ditempat terpisah, Kepala Adat Desa Suskun, Kesmil Mesas mengucapkan terima kasih kepada para personel Pos Wambes yang turut andil dalam mendamaikan perselisihan yang terjadi.

 

“Keberadaan bapak-bapak TNI sangat membantu karena selalu cepat dalam merespon, jika ada permasalahan yang terjadi di desa kami,” pungkasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel