Kostrad

Mengajar Sekolah Minggu, Satgas Yonif MR 411 Tanamkan Nilai Spiritual dan Toleransi

Oleh 05 Sep 2019 Tidak ada komentar
Mengajar Sekolah Minggu, Satgas Yonif MR 411 Tanamkan Nilai Spiritual dan Toleransi
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan tolerasni antar umat beragama, Satgas Yonif MR 411/PDW, mengajar tentang keagamaan pada anak-anak Sekolah Minggu, Jemaat Gereja Imanuel, Kampung Toray.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif MR 411/PDW, Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos,. M. Han., dalam rilis tertulisnya, di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (5/9/2019).

Diungkapkan Dansatgas, mengajari anak-anak usia dini Jemaat Gereja Imanuel ini dilaksanakan personel Pos Roray, dipimpin Danpos Toray, Letda Inf Wesly Tanaem.

“Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Rudoloph Kabarjay, seorang warga Kampung Toray, Distrik Sota,” ujarnya.

Mengajar Sekolah Minggu, Satgas Yonif MR 411 Tanamkan Nilai Spiritual dan Toleransi

Sekolah Minggu ini jelasnya, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihak Gereja bersama dengan personel Pos Toray, yang dilaksanakan di Gereja atau bergiliran di rumah para Jemaat.

“Pendidikan keagamaan ini penting kita ajarkan kepada ana-anak usia dini, agar mereja juga mempunyai nilai-nilai spiritual dan toleransi kepada sesamanya, “ jelasnya.

Dijelaskan Rizky Aditya, untuk menambah semangat belajar anak-anak, diselingi dengan bernyanyi dan permainan.

“Dengan metode seperti ini, suasana keakraban dan kekeluargaan pun terasa, apalagi anak-anak diberi hadiah permen oleh anggota Satgas bagi yang bisa menjawab pertanyaan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Danpos Toray, Letda Inf Wesly Tanaem menjelaskan bahwa Sekolah Minggu merupakan kegiatan khusus untuk anak-anak usia sekolah.

“Satgas mengajarkan ilmu keagamaan, toleransi dan membagikan buku cerita sekaligus membacakannya. Dengan metode belajar dan bermain seperti ini, anak-anak makin tertarik untuk mengikutinya,” jelasnya.

“Selain itu, kita (Satgas) juga mengajari anak-anak usia dini untuk belajar menggambar dan mewarnai, agar mereka tidak mudah bosan, “terang Wesly Tanaem.

Sementara itu, Rudoloph Kabarjay memberi apresiasi kepada Satgas atas upayanya mengajari anak-anak di perbatasan ini dengan ilmu dan budi pekerti.

“Kami memberikan apresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada bapak Satgas yang telah bersedia menyempatkan waktu untuk mengajar keagamaan kepada anak-anak Kampung Toray,” tuturnya.

Dirinya pun berharap, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar anak-anak makin mengerti bersikap terhadap pemeluk yang berbeda agama.

“Toleransi itu penting sekali dalam kehidupan beragama. Hal inilah yang penting dipahami anak-anak, agar kelak mereka menjadi pribadi yang beretika,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel