Kostrad

Pangkas Rambut Anak-Anak, Satgas Yonif R 142, Budayakan Hidup Rapi dan Bersih Sejak Dini

Oleh 24 Sep 2019 Tidak ada komentar
Pangkas Rambut Anak-Anak, Satgas Yonif R 142, Budayakan Hidup Rapi dan Bersih Sejak Dini
#TNIAD 

JAKARTA. tniad.mil.id,- Untuk membudayakan hidup rapi, bersih dan sehat, Satgas Pamtas 142/KJ melalui personel Pos Silawan memberikan layanan pangkas rambut kepada anak-anak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 142/KJ Mayor Inf Ikhsanudin, S.Sos dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (24/09/2019).

 

Dikatakan Dansatgas, kegiatan tersebut bersamaan dengan kegiatan rutin yang dilakukan oleh para personel Pos Silawan dalam memangkas rambut mereka agar terlihat rapi dan bersih.

 

“Walaupun kegiatannya sederhana (pangkas rambut), namun hal itu dapat menjadi cara, untuk mengajarkan arti pentingnya menjaga kesehatan tubuh, terutama kepada anak-anak,’’ ucap Dansatgas.

 

“Bukan hanya berpenampilan rapi dan menarik, namun juga menjaga kesehatan kulit dan kepala sangatlah penting, apalagi mereka masih berstatus sebagai pelajar, dimana kedisiplinan dan kerapihan harus diutaakan,’’ pungkasnya.

 

Sementara itu, Letda Inf Muh. Zandra selaku Danpos Silawan mengatakan, ide kegiatan tersebut muncul secara tiba-tiba, saat kami melaksanakan pangkas rambut sesuai ketentuan yaitu setiap 10 hari sekali.

 

“Saat melihat anak-anak yang sedang bermain disekitar pos, rambutnya banyak yang Panjang, kami berinisiatif menawarkan kepada mereka untuk di pangkas rambutnya,’’ terang Danpos.

 

“Kegiatan yang dilakukan oleh Praka Nugroho dan Pratu Vino tersebut, sebagai salah satu upaya dalam membantu kesulitan warga sekitar. Kedepannya, kita akan laksanakan kegiatan ini secara rutin, dari rumah ke rumah dan sekolah-sekolah,’’ pungkasnya.

 

Terpisah, Oliver (12) mengungkapkan rasa senang dan terima kasihnya kepada para prajurit Pos Silawan yang telah memangkas rambutnya sehingga terlihat lebih rapi.

 

“Dengan adanya bapak-bapak tentara ini, kami tidak lagi jauh-jauh pergi ke tukang cukur di desa sebelah, apalagi gratis, sehingga tidak perlu meminta uang kepada orang tua, ‘’ ucap Oliver.

 

“Dan juga ditambah bapak tentara disini ramah dan suka bercanda, saya ingin juga jadi tentara nantinya,’’ tandasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel