Berita Satuan

Tanamkan Cinta Tanah Air, Danrem Kupang Bekali Mahasiswa Sejarah Perjuangan Bangsa

Oleh 06 Sep 2019 Tidak ada komentar
Tanamkan Cinta Tanah Air, Danrem Kupang Bekali Mahasiswa Sejarah Perjuangan Bangsa
#TNIAD 

 

JAKARTA,tniad.mi.id – Dalam melestarikan, menumbukan dan menanamkan nilai cinta tanah air kepada generasi muda, Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman, S, Sos., membekali mahasiswa baru Politeknik Negeri Kupang tentang sejarah perjuangan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Kapenrem 161/WS, Mayor Inf Prasetya H.K.,dalam rilis tertulisnya di Kupang, NTT, Jumat (6/9/2019).

Diungkapkan Kapenrem, pembekalan yang diikuti 1.800 mahasiswa baru ini dilaksanakan dalam rangka Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Kupang.

“Dalam pembekalannya, Danrem mengawalinya dengan ungkapan rasa syukur dan bahagia karena bisa bertatap muka dengan generasi muda penerus bangsa,” ujarnya.

Dihadapan generasi muda calon para pemimpin di masa depan, pimpinan Korem Wira Sakti mengatakan bahwa pertemuan kali ini bukan sekedar memberikan materi.

“Tetapi lebih dari itu, kita saling berbagi ilmu dengan komunikasi dua arah,” jelasnya.

Dalam penjelasannya kata Prasetya, beliau menguraikan secara garis besar perjalanan sejarah dan dinamika Bangsa Indonesia dari masa ke masa.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga dalam sejarahnya, bangsa asing selalu berusaha menguasai Bangsa Indonesia,” ucapnya mengutip pernyataan Danrem.

Dijelaskan pula wawasan kebangsaan lahir bersamaan dengan perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Dalam perkembangannya, perjuangan Bangsa Indonesia yang pada saat itu bersifat kedaerahan, ternyata tidak membawa hasil.

“Oleh karena itu diperlukan cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga suatu negara, akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang disebut dengan wawasan kebangsaan,” urainya lagi.

Lebih lanjut Danrem menjelaskan juga tentang nasionalisme yang telah dimiliki oleh para pendahulu.

“Dalam perjalanan sejarah itu, maka timbullah gagasan dan sikap untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk harga diri bangsa, sekaligus menghormati bangsa lain, yang disebut dengan nasionalisme,” sambungnya.

Selain itu jelas Prasetya, menghadapi _Proxy War_ dan ancaman terhadap Keutuhan NKRI, Danrem menjelaskan, harus senantiasa menjaga Keutuhan NKRI, esensi yang harus senantiasa dipedomani adalah Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” terangnya.

Kemudian dilanjutkan bagaimana cara mempertahankan NKRI baik dari ancaman dalam negeri maupun luar negeri.

“Kita semua mesti memahami konsep tentang mempertahankan Keutuhan NKRI, salah satunya dengan semangat bela negara. Kita semua seluruh komponen bangsa wajib dalam bela negara, yang terdiri dari komponen utama, komponen cadangan dan komponen pendukung yang merupakan bagian dari Sistem Pertahanan Semesta,” tandasnya.

Dihadapan ribuan mahasiswa, Danrem juga menyampaikan lima nilai-nilai yang dikembangkan dalam bela negara.

“Yaitu Pancasila sebagai ideologi negara, Cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan Bernegara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara dan memiliki kemampuan awal bela negara,” ucapnya.

Sementara itu, Ariyane Laapuling, mahasiswa baru Jurusan Pariwisata Prodi Usaha Perjalanan Wisata, menyampaikan rasa terima kasihnya karena mendapat bekal dari Danrem 161 Kupang.

“Saya berterima kasih kepada Pak Komandan yang telah memberikan pencerahan ini, sebagai bekal kami kelak di kemudian hari dalam menjaga Keutuhan NKRI,” tuturnya.

Hadir dalam kegiatan ini Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Kupang Ambrosius A. Tino, ST, M.T., serta beberapa pejabat teras Politeknik Negeri Kupang. Hadir pula mendampingi Danrem, Kasiter Korem Letkol Inf Abdullah Jamali. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel