Berita Satuan

Perangi Filariasis, Satgas Yonif 509 Gelar Yankes dan Posyandu di Pegunungan Bintang

Oleh 24 Okt 2019 Tidak ada komentar
Perangi Filariasis, Satgas Yonif 509 Gelar Yankes dan Posyandu di Pegunungan Bintang
#TNIAD 

 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Dalam rangka memerangi penyakit Filariasis (kaki gajah), Satgas Yonif Raider 509 bekerjasama dengan Puskesmas Kiwirok menggelar pelayanan kesehatan dan Posyandu bagi warga Kampung Pomding, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 509/Kostrad, Letkol Inf Wira Muharromah, S.H.,Psc., dalam rilis tertulisnya, di Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (24/10/2019).

 

Dikatakan Dansatgas, Posyandu yang diselenggarakan pada Rabu (23/10/2019) tersebut, dipimpin langsung oleh Komandan Pos (Danpos) Letda Inf Erick Dakusa meliputi penimbangan berat badan Balita, pemberian imunisasi Polio dan imunisasi BCG terhadap 15 Balita.

 

“Selain itu juga dilakukan penjelasan tentang penyakit kaki gajah atau yang biasa disebut Filariasis. Perang terhadap Filariasis ini berupa upaya penanggulangan secara medis, khususnya untuk pencegahan dengan penyadaran dan pemberian vaksin kepada warga,” tegasnya.

 

“Ini penting dilakukan, karena nyatanya masih banyak penyakit kaki gajah ditemukan di beberapa wilayah. Menurut Kemenkes tercatat hampir 13.000 kasus kaki gajah di Indonesia, dan salah satunya adalah di Papua,’’ tandasnya.

 

Sementara itu Letda Inf Erick Dakusa saat penyuluhan kesehatan menjelaskan bahwa Filariasis atau kaki gajah merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh Cacing Filaria. Cacing dengan bentuk seperti benang ini hidup pada sistem limfatik (kelenjar getah bening) manusia.

 

“Di dalam sistem limfatik, cacing akan mempengaruhi sistem imun tubuh dan menyebabkan infeksi, efeknya dibeberapa bagian tubuh akan membengkak, terutama pada kaki, lengan, dan alat kelamin luar. Namun, tak menutup kemungkinan payudara juga akan membengkak”, tutur Erick saat memberikan penyuluhan.

 

“Filariasis termasuk penyakit kronis yang bisa memberikan efek jangka panjang. Penderita akan mengalami nyeri dan pembengkakan tubuh dalam waktu yang lama hingga kehilangan kemampuan seksual,’’ terangnya.

 

Selain itu, Erick juga menjelaskan tentang pemberian imunisasi Polio kepada masyarakat, karena masih banyak warga Kampung Pomding yang beranggapan bahwa imunisasi bisa menyebabkan anak menjadi sakit.

 

“Jadi perlu diadakan sosialisasi tentang pelaksanaan imunisasi agar masyarakat mengerti bahwa imunisasi itu penting dan tidak membahayakan,” tuturnya.

 

Erick berharap, kegiatan Posyandu tersebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan Balita yang ada di Kampung Pomding, sekaligus dapat mengubah pola pikir masyarakat yang beranggapan bahwa imunisasi bisa membuat anak menjadi sakit.

 

Terpisah, Kepala Puskesmas Kiwirok Margareta memberikan apresiasi atas inisiatif dari personel pos yang telah menyelenggarakan penyuluhan dan Posyandu bagi warganya.

 

“Saya ucapkan terima aksih atas kerjasamanya, kepedulian serta partisipasinya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat kampung ini,’’ tuturnya.

 

“Walaupun tugas bapak-bapak TNI disini mengamankan wiklayah perbatasan, dan tidak ada hubungannya dengan Posyandu, akan tetapi berkat dorongan bapak-bapak akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan,’’ tandasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel