Kostrad

Satgas Yonif R 142 Gagalkan Penyelundupan Ratusan Liter BBM di Perbatasan RI-RDTL

Oleh 10 Okt 2019 Tidak ada komentar
Satgas Yonif R 142 Gagalkan Penyelundupan Ratusan Liter BBM di Perbatasan RI-RDTL
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Penyeludupan ratusan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin, berhasil digagalkan oleh personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 142/KJ di Desa Tohe, Kecamatan Raihat.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M., dalam rilis tertulisnya di Mako Satgas, Atambua, Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/10/2019).

 

Diungkapkan Dansatgas, peristiwa ini bermula ketika personel Pos Nunura Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ melaksanakan pengendapan di daerah perbatasan RI-RDTL, yang ditengarai sebagai tempat transaksi penyeludupan barang ilegal.

 

“Pengendapan yang dilaksanakan pada Rabu (9/10/2019) dipimpin langsung oleh Danpos Nunura, Letda (Inf) Irawan Yudhi Prasetyo bersama beberapa personel Satgas,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, seperti diketahui di daerah perbatasan rawan terjadinya tindakan penyelundupan, terutama penyelundupan BBM, yang dilakukan oleh warga masyarakat Indonesia maupun Timur Leste.

 

“Hal ini dikarenakan adanya selisih harga BBM di Indonesia dengan harga BBM di Timor Leste yang begitu mencolok, sehingga situasi tersebut dimanfaatkan oleh oknum masyarakat tertentu untuk mencari keuntungan dengan cara tak terpuji,” imbuhnya.

 

Mendapat informasi dari warga setempat lanjut Ikhsanudin, personel Satgas mendalami info tersebut dengan melaksanakan pengintaian, bahwa adanya kegiatan pihak-pihak tertentu yang melaksanakan pengiriman BBM keluar daerah dalam rangka mencari keuntungan pribadi dengan cara dilansir (dibawa) satu persatu mengunakan jerigen.

 

“Berbekal informasi dari masyarakat tersebut, personel Pos Nunura mengambil inisiatif melaksanakan briefing bersama seluruh personelnya memastikan informasi yang diberikan oleh warga, yang dilanjutkan dengan pembagian tugas untuk selanjutnya dilaksanakan pengendapan di titik-titik lokasi tertentu,” terangnya lebih lanjut.

 

Di tempat terpisah, Danpos Letda Inf Irawan Yudhi Prasetyo, setelah melaksanakan briefing, personel berangkat menuju titik yang telah disepakati bersama untuk dilakukan pengendapan, dalam menggagalkan upaya pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari kegiatan penyelundupan.

 

“Pada saat proses penyisiran, kita melihat adanya timbunan dahan dan ranting-ranting pohon yang mencurigakan, dan dengan sigap melaksanakan pengamanan serta pengecekan untuk memastikan kondisi daerah tersebut,” tegasnya.

 

“Dari hasil pengecekan di tempat tersebut, personel Pos Nunura mendapati BBM 8 jerigen berwarna biru dengan kapasitas 35 liter yang diperkirakan keseluruhan berjumlah sekitar 280 liter jenis bensin/premium,” urai Irawan.

 

Setelah dilakukan penyisiran seluruh titik yang ditentukan, dan dipastikan tidak ada temuan lanjutan, maka barang bukti diamankan menuju Pos Nunura, untuk dilaporkan lebih lanjut kepada Komando Atas.

 

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat, jika ada sesuatu yang mencurigakan jangan ragu-ragu untuk memberitahukannya kepada Satgas.

 

“Keberadaan kami (Satgas) di wilayah perbatasan ini untuk memberi rasa aman kepada warga. Selain itu, kita juga akan terus melakukan patroli untuk mencegah masuk keluarnya barang ilegal dari wilayah negara kita ke negara tetangga,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel