Berita Satuan

Lewat Udara, Satgas Yonif 509 Pasok Dukungan Logistik Pos ke Pegunungan Bintang

Oleh 28 Nov 2019 Tidak ada komentar
Lewat Udara, Satgas Yonif 509 Pasok Dukungan Logistik Pos ke Pegunungan Bintang
#TNIAD 

 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Dikarenakan hanya dapat ditempuh melalui jalur udara, Satgas Yonif Raider 509 Kostrad melaksanakan pendorongan dukungan logistik menggunakan helikopter ke pos-pos udara Satgas yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad Letkol Inf Wira Muharromah, S.H, psc., dalam keterangan tertulisnya di Kerrom, Papua, Kamis (28/11/2019)

 

Wira mengatakan, untuk memberikan dukungan logistik ke pos yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat, Satgas menggunakan helikopter milik Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

 

“Seperti Selasa (26/11/2019) kemarin, Perwira Pasi Minlog Lettu Inf Eky Putra Satria beserta 5 prajuritnya melaksanakan dukungan logistik bagi pos-pos Satgas melalui udara,’’ ujarnya.

 

‘’Setelah apel pagi, mereka mempersiapkannya dan langsung menuju ke ke Bandara Base Ops Sentani Silas Papare di Distrik Sentani untuk take off dengan heli,’’ pungkasnya Alumni Akmil 2001 ini.

 

Sementara itu Lettu Inf Eky Putra Satria menjelaskan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan logistik prajurit.

 

“Kita menyebutnya Pos Udara, dikarenakan jalan menuju pos tersebut hanya dapat dilalui dengan menempuh perjalanan udara menggunakan helikopter,’’ ujar Eky.

 

“Jarak yang ditempuh setiap kali Dorlog sangat susah, selain jarak yang jauh, kapasitas barang yang diangkut dalam transportasi udara juga sangat terbatas,’’ terangnya.

 

Dirinya menuturkan, dalam sekali pengangkutan helikopter hanya dibatasi maksimal 500 Kg dalam sekali pemberangkatan, untuk menjaga faktor keselamatan

 

“Dorlog menuju pos-pos Udara Satgas yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang dapat ditempuh kurang lebih dua jam, sehingga kesiapan helikopter sangatlah diutamakan,’’ tuturnya.

 

“Jalur yang ditempuh pun tidaklah mudah, helikopter harus melewati rintangan seperti pegunungan, belum lagi dihadapkan cuaca yang kadang berkabut dan tidak menentu, sehingga dibutuhkan keahlian dan kejelian dari sang pilot,’’ tandasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel