Berita Satuan

Lomba Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Wahana Satgas Yonif Raider 303 Bentuk Karakter Generasi Muda

Oleh 04 Nov 2019 Tidak ada komentar
Lomba Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Wahana Satgas Yonif Raider 303 Bentuk Karakter Generasi Muda
#TNIAD 

 

JAKARTA – tniad.mil.id – Beberapa lomba yang digelar Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad Masjid At-Taqwa, Desa Batu Majan, tidak hanya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW namun juga untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/SSM Letkol Inf Letkol Inf Taufik Ismail dalam keterangan tertulisnya di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Minggu (3/11/2019).

 

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan lomba ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019. Beberapa lomba yang di laksanakan diantaranya, lomba Adzan, lomba hafalan surat-surat pendek, lomba hafalan doa-doa harian, lomba wudhu dan sholat, lomba membaca Al Qur’an serta lomba menulis Arab.

 

“Keseluruhan lomba ini digelar untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diikuti puluhan anak-anak dari Desa Batu Majang, Kecamatan Long Bangun, Mahakam Ulu. Selain dilombakan, tujuan kami untuk membentuk karakter generasi penerus di perbatasan yang memiliki wawasan kebangsaaan dan keimanan yang kuat, “ tuturnya.

 

Taufik menjelaskan, sebelum dilaksanakannya lomba lomba tersebut, pihak Satgas mengajak kepada seluruh anak-anak TPA Desa Batu Majang, untuk melaksanakan jalan sehat berkeliling Desa Batu majang. Tidak ketinggalan, orang tua dari para peserta lomba pun dengan semangat mengikuti jalan sehat tersebut.

 

Terpisah, Perwira Pembinaan Mental (Pabintal) Satgas, Lettu Arm Junaedi mengatakan, lomba ini dikhususkan bagi anak-anak sebagai sarana untuk anak-anak mengasah potensi dan kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an.

 

“Salah satu tugas Satgas Pamtas yaitu melakukan pembinaan teritorial, diantaranya mengajar anak-anak pada bidang keagamaan. Dengan mengajar di sejumlah Taman Pendidikan Alquran (TPA) di perbatasan, “ujarnya.

 

Menurut Pabintal, lomba ini juga untuk melihat sejauh mana pembinaan yang sudah dilakukan prajurit Yonif Raider 303/SSM Kostrad terhadap anak-anak TPA. Pemilihan lokasi lomba di Desa Batu Majang sangat unik. Karena letak geografisnya berada di perbatasan negara dengan keberagaman agamanya.

 

“Desa ini masyarakatnya tidak saja muslim, non muslim juga banyak., yang muslim ini menetapnya di kelilingi oleh non muslim juga,” ujar Pabintal.

 

“Dengan kami mengadakan lomba di masjid ini, harapannya masjid ini ramai didatangi. Kami berupaya memakmurkan masjid ini,” pungkas Pabintal.

 

Sementara itu, Fiki Hidayat (10) sebagai salah satu peserta lomba adzan menuturkan, sangat senang bisa mengikuti lomba, dengan mengikuti lomba tersebut bisa mengukur kemampuannya menyerukan panggilan sholat.

 

“Mau ikut lomba karena banyak yang ikut, ada tantangannya kalau banyak yang ikut jadi bisa tahu kemampuan, terus bisa sambil belajar juga sama Om tentaranya,” tuturnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel