Berita Satuan

“Operasi Tuntas”, Satgas RDB XXXIX-A MONUSCO Raih 8 Pucuk Senjata Ak-47

Oleh 27 Nov 2019 Tidak ada komentar
“Operasi Tuntas”, Satgas RDB XXXIX-A MONUSCO Raih 8 Pucuk Senjata Ak-47
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Operasi Khusus dengan sandi “Operasi Tuntas” yang digelar Satgas Indo RDB XXXIX-A MONUSCO berhasil memperoleh delapan pucuk senjata jenis AK-47 lengkap dengan magasen dan sepuluh butir munisi di wilayah Distrik Nyunzu.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas RDB XXXIX-A MONUSCO, Kolonel Inf Dwi Sasongko, dalam rilis tertulisnya di Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Rabu (27/11/2019).

 

Diungkapkan Dansatgas, operasi yang dipimpin oleh Mayor Inf Roni Faturahman tersebut merupakan kelanjutan sebagai pertanggungjawaban dalam upaya merebut kembali senjata milik Batalyon Benin yang pernah disergap di wilayah Distrik Nyunzu pada tahun 2017 lalu.

 

“Berbagai upaya dilakukan oleh Satgas untuk memediasi dan menciptakan suasana damai pada semua elemen termasuk didalamnya adalah NGO (Non Government Organisation) di wilayah propinsi Tanganyika selama kurun waktu dua bulan terakhir,” ungkap Dwi

 

Ditambahkan Dwi, seluruh senjata yang diperoleh tersebut diperoleh dari kelompok mai-mai/Ex-Combatan Kodya (Mouvement des Combattant Herken) di bawah pimpinan Mr. Waka Waka di wilayah Distrik Nyunzu, dengan jarak sekitar 190 km dari Propinsi Tanganyika.

 

“Operasi Tuntas yang digelar kali ini menggunakan pendekatan dengan cara koordinasi, mediasi bersama kepala desa dan menggelar kegiatan CIMIC (Civil and military coordination) serta patroli wilayah,” terang Dwi.

 

“Dengan diterapkannya metode pendekatan tersebut, akhirnya kelompok bersenjata yang berjumlah 12 orang secara sukarela menyerahkan senjatanya dan bertekad untuk mengakhiri perang dan hidup damai sebagai warga negara pada umumnya,” tandasnya.

 

Selanjutnya delapan pucuk senjata jenis AK-47 dan sepuluh butir munisi diserahkan kepada staf DDR-RR (Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel