Berita Satuan

Pamitan Kembali, Satgas Indo RDB MONUSCO Terima AK-47

Oleh 16 Nov 2019 Tidak ada komentar
Pamitan Kembali, Satgas Indo RDB MONUSCO Terima AK-47
#TNIAD 

 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Berkat pendekatan secara intensif melalui kegiatan kemanusiaan kepada masyarakat, Satgas XXXIX-A RDB Monusco berhasil peroleh satu pucuk senjata jenis AK-47 lengkap dengan magasen.

Ha tersebut disampaikan, Dansatgas Konga XXXIX-A RDB Monusco, Kolonel Inf Dwi Sasongko, dalam rilis tertulisnya di Kalimei, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (16/11/2019)

Diungkapkan Dansatgas, operasi khusus dengan sandi “Operasi Sadar-03” yang dipimpin oleh Kapten Mar Suyamto, menggunakan cara pendekatan koordinasi, mediasi dengan kepala desa dan menggelar kegiatan civil and military coordination (Cimic) serta patroli wilayah.

“Operasi tersebut berhasil mendapatkan satu pucuk senjata AK-47 dan magasen yang diserahkan Ex-Combatan kelompok Kadogo di bawah pimpinan Mr. Mulolwa di wilayah Desa Amisi,” ungkap Dwi.

Dwi menambahkan bahwa kelompok bersenjata Kadogo yang dipimpin oleh Mr. Mulolwa merupakan kelompok bersenjata yang berada di wilayah Axis Kalemi menuju Bendera dengan jarak sekitar 23 Km dari Propinsi Tanganyika.

Selanjutnya dengan diterapkannya metode pendekatan melalui kegiatan cimic berupa pelayanan kesehatan gratis, psikologi lapangan, dan perpustakaan mini serta patroli secara rutin dan intens, akhirnya kelompok bersenjata tersebut secara sukarela menyerahkan senjatanya.

“Kini mereka bertekad untuk mengakhiri perang dan hidup damai sebagai warga negara pada umumnya,” terang Dwi.

Satu pucuk senjata jenis AK-47 dan magasen ini, selanjutnya diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN.

“Sampai dengan bulan ke-12 masa penugasan Satgas Indo RDB telah berhasil memperoleh sebanyak 62 pucuk senjata, yang mana 61 pucuk senjata lainnya telah diserahterimakan secara resmi kepada tim DDR-RR tiga hari yang lalu,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel