Berita Satuan

Sejarah Baru, Manokwari Lahirkan Prajurit Infanteri TNI AD

Oleh 27 Nov 2019 Tidak ada komentar
Sejarah Baru, Manokwari Lahirkan Prajurit Infanteri TNI AD
#TNIAD 

 

Manokwari Selatan. tniad.mil.id – Setelah terbentuk pada tahun 2016, Kodam XVIII/Kasuari melahirkan para prajurit tangguh di Rindam XVIII/Kasuari yang berada di Manokwari Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri S.I.P dalam rilisnya Manokwari Selatan, Selasa (26/11/2019).

Diungkapkan Kapendam, sejumlah 151 orang prajurit siswa Rindam XVIII/Kasuari secara resmi menyandang status sebagai prajurit Infanteri, setelah mereka menyelesaikan latihan latihan Yudha Wastu Pramuka dan tradisi pembaretan siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama (Dikjurta) Abituren Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I TA. 2019.

“Penutupan latihan dan tradisi pembaretan mereka diselenggarakan di Rindam XVIII/Kasuari, pada Senin (25/11/2019) di Pantai Ransiki, Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat,” ujar Andi Gus

Dalam upacara tersebut, lanjut Kapendam, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau bertindak selaku Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso.

“Dalam amanatnya, Danpussenif mengatakan bahwa Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang prajurit Infanteri,’’ ujar Andi Gus.

Dikatakannya lebih lanjut, kegiatan tersebut tidak hanya untuk memupuk jiwa korsa dan semangat kebersamaan, namun juga salah satu upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit Korps Infanteri.

“Ini penting, dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi prajurit Infanteri yang andal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan,’’ tegasnya.

Dalam amanatnya, kata Andi Gus, Danpussenif menjelaskan bahwa semboyan Yudha Wastu Pramuka mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat.

“Oleh karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan Baret Infanteri ini, menuntut para prajurit Infanteri untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan fisik, dengan didukung semangat juang, jiwa korsa, serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri,” jelas Andi Gus mengutip penegasan Danpussenif.

Pada kesempatan itu, Pangdam XVIII/Kasuari juga menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada seluruh Prajurit Siswa dalam upacara pembaretan Prajurit Infanteri yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Kodam XVIII/Kasuari.

“Ada yang perlu kalian renungkan bahwa di suatu negara itu harus mempunyai dan yang menentukan kehidupan negara itu adalah militernya. Kalau negara itu tidak punya militer, biasanya negara itu tidak kuat. Dan dimana negara itu militernya kuat, pasti negara itu kuat dan ekonominya juga pasti kuat,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut dikatakannya, TNI Angkatan Darat diberikan tugas untuk bertempur di darat dan yang menjadi raja untuk pertempuran darat tersebut adalah Infanteri.

“Maka Prajurit Infanteri itu dituntut untuk kuat, semangat kemampuannya harus luar biasa, tidak bisa setengah-setengah,” ujar Joppye.

“Kalian harus ingat bahwa untuk mengisi kemampuan kalian secara bertahap, seorang prajurit harus sehat. Sehingga nantinya kalian akan ditugaskan dimana saja, kalian sudah siap,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Joppye juga berpesan agar saat masuk di satuan kelak, sebagai prajurit Infanteri yang merupakan korps terbesar di Angkatan Darat atau dapat dikatakan sebagai induk dari Angkatan Darat, mereka harus bangga.

“Saya sampaikan kepada kalian, sekali lagi atas nama Panglima Kodam dan atas nama Korps Infanteri, saya menyampaikan selamat untuk kalian,’’ tegasnya.

Ditemui usai acara pembaretan, Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) XVIII/Kasuari Kolonel Inf Ignatius Tri Joko Budi. S. menyampaikan bahwa acara pembaretan memang tradisi bagi para prajurit yang menyandang Korps Infanteri.

“Para Prajurit Siswa yang disematkan baret Infanteri tersebut sudah melaksanakan berbagai kegiatan latihan, seperti taktik bertempur dan Longmars dari SP 1 hingga Pantai Ransiki di Kampung Wariap,” terangnya

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, lanjut Danrindam, mereka sudah pantas untuk menyandang sebagai Prajurit Infanteri.

“Sehingga dibuatlah tradisi pengukuhan mereka yang ditandai dengan penyematan brevet Yudha Wastu Pramuka, sebagai tanda kualifikasi seorang prajurit Infanteri,” imbuhnya.

Sementara itu, atas keberhasilan anaknya menyelesaikan latihan dan mendapatkan Baret dan Brevet Infanteri, Rosalina Rumbino Waroi (51), orang tua dari Prajurit Dua (Prada) Petras Armando Waroi menyatakan rasa bangganya.

“Sebagai orang tua kami merasa bersyukur dengan dilantiknya anak kami ini menjadi seorang Prajurit Infanteri. Kedepannya, kami harapkan anak kami agar lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat,” ungkap Rosalina dengan bangga sekaligus haru. (Dispenad).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel