
Jakarta, tniad.mil.id – Bantu mengatasi kesulitan warga 6 Desa yang terisolir akibat jembatan penyeberangan Sungai Palili di Desa Muara Ine, Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara rusak parah, Kodim 1013/Muara Teweh membangun jembatan penyeberangan baru.
Dalam keterangan tertulis Kodim 1013/Mtw, pada Kamis (31/3/2022) ke 6 Desa terisolir di Kecamatan Lahei tersebut yaitu Desa Muara Inu, Desa Bengahon, Desa Rahaden, Desa Muara Pari, Desa Karendan dan Desa Haragandang. Kerusakan jembatan penyeberangan sungai tersebut membuat warga harus memutar menggunakan jalur alternative sejauh 20 KM apabila akan pergi menuju ke Ibukota Kecamatan di Lahei maupun ke Ibukota Kabupaten yang berlokasi di Muara Teweh.
Komandan Kodim (Dandim) 1013/Mtw Letkol Inf Edi Purwoko mengatakan, pembangunan jembatan penyeberangan Sungai Palili ini berawal dari laporan masyarakat sekitar kepada Babinsa Koramil 1013-06/Lahei bahwa jembatan (Jembatan sebelumnya) tersebut rusak parah dan sudah tidak layak untuk digunakan.
Atas dasar laporan waga tersebut, ujar Dandim, kemudian Kodim 1013/Muara Teweh merencanakan Pembangunan infrastruktur Jembatan penyeberangan Sungai Palili yang baru melalui Program Karya Bakti Kodim 1013/Mtw TA. 2022, sekaligus dalam rangka memperingati HUT Korem 102/Panju Panjung yang ke 48 pada tanggal 23 Maret 2022.
“Pembangunan Jembatan penyeberangan Sungai Palili dimulai pada tanggal 6 Maret 2022. Diawal kami memutuskan untuk membangun Jembatan penyeberangan tersebut dengan menggunakan bahan beton, namun melihat situasi dan kondisi dilapangan, apabila musim hujan kondisi jalan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda 4 maupun roda 6. Dengan demikian kami memutuskan untuk membangun Jembatan penyeberangan itu dengan menggunakan bahan kayu Log,” Kata Dandim.
Ia berharap dengan dibangunnya jembatan penyeberangan Sungai Palili ini dapat membantu mengatasi kesulitan warga, karena jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi peningakatan perekonomian warga. Dan tidak lagi harus harus memutar hingga 20 KM untuk menuju Kecamatan Lahei.
“TNI harus hadir dan membantu mengatasi kesulitan warga, terutama warga yang berada di wilayah teritorial Kodim 1013/Mtw. Semoga dengan dibangunnya Jembatan ini dapat meringankan beban warga masyarakat yang selama ini terisolir,” tuturnya.
Lebih lanjut Dandim mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang telah membantu dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan penyeberangan Sungai Palili, termasuk kepada kepada PT. Mirah Ganal Energy yang berkenan mendukung pelaksanaan Karya Bhakti Kodim 1013/Mtw.
Hal senada dengan Dandim, Kepala Desa Muara Inu Hernedi mengatakan bahwa sebelumnya jembatan ini sudah ada, akan tetapi terputus karena lapuk dimakan usia dan tidak bisa dilewati. Apabila ada warga masyarakat ada keperluan untuk ke Kantor Kecamatan maka harus memutar sejauh 20 KM menggunakan jalur alternative.
Selaku Kepala Desa, dirinya mengucapkan terimakasih kepada Kodim 1013/Mtw atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat dengan membangun Jembatan penyeberangan Sungai Palili sebagai sarana penghubung bagi warga sekitar.
“Saya mewakili warga Desa Muara Inu dan 5 Desa terisolir lainnya mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI AD dalam hal ini Kodim 1013/Mtw atas kepeduliannya kepada masyarakat dengan membangun Jembatan Sungai Palili sebagai sarana penghubung bagi warga sekitar. Semoga ini menjadi berkat bagi masyarakat dan doa terbaik kami panjatkan kepada bapak Dandim beserta anggotanya,” pungkasnya. (Dispenad).