
JAKARTA, tniad.mil.id – Solusi untuk membantu masalah kesehatan dan perekonomian yang dikeluhkan warga Nunukan, Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang tingkatkan produksi budidaya sayuran.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang, Letkol Inf Ronald Wahyudi, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Kamis (10/10/2019)
Dikatakan Dansatgas, memanfaatkan lahan untuk diolah menjadi perkebunan oleh personel Pos Sei Ular pada Rabu (9/10/2019), sebagai upaya dalam memberikan contoh kepada masyarakat akibat sulit dan mahalnya harga sayuran yang ada di wilayah sekitar pos.
“Inisiatif yang dilakukan Sertu Haris anggota Pos Sei Ular untuk memberikan pembekalan dasar perkebunan dalam hal pengolahan lahan, penanaman, perawatan sampai dengan memanen hasil kebun yang sudah diolah bersama,” ucap Ronald.
Lebih lanjut, tambah Ronald, sebelum berangkat tugas operasi, personel Satgas Yonif 600 telah mendapatkan pembekalan dan bimbingan terutama di bidang pertanian, perkebunan serta perternakan dari Dinas Pertanian Kota Balikpapan yang akan berguna pada saat pelaksanakan tugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia.
Tujuannya selain dapat dimanfaatkan dalam mengisi kegiatan dalam pelaksanaan tugas, juga dapat memberikan penyuluhan pertanian, berkebun serta memanfaatkan lahan- lahan kosong yang dapat bermanfaat bagi penduduk di sekitaran daerah perbatasan.
“Hasil dari bercocok tanam berupa sayur-sayuran seperti tomat, terong, kacang panjang maupun bayam yang segar, selain dapat dinikmati warga untuk dikonsumsi dan memberikan kesehatan, dapat juga untuk dijual untuk menambah perekonomian warga setempat,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Sertu Haris mengatakan bahwa berencana akan terus melanjutkan dan menambah dalam pengelolaan lahan kosong dalam berkebun untuk meningkatkan hasil panen sayur- sayuran.
“Untuk terus menarik minat warga masyarakat untuk berkebun, kami (Satgas) akan terus berupaya membantu serta mendampingi dalam pengolahan lahan untuk dijadikan lahan pertanian dan juga dapat mendekatkan diri kita terhadap masyarakat perbatasan,” ucap Haris. (Dispenad)