Skip to main content
Kodam XII/Tanjungpura

Bupati dan Dandim Kapuas Hulu Turun Langsung Padamkan Api

Dibaca: 13 Oleh 09 Agu 2023Tidak ada komentar
Bupati dan Dandim Kapuas Hulu Turun Langsung Padamkan Api
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Dandim 1206/Psb Letkol Inf Sri Widodo bersama Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan S.H terjun langsung ikut memadamkan api saat patroli Karhutla bersama, di Sibau Hulu Kec. Putussibau Utara, Senin, (7/8/2023).

Patroli Karhutla bersama yang dilaksanakan ini diikuti oleh Dandim 1206/Psb , Bupati Kapuas Hulu, OPD Kab. Kapuas Hulu, Danramil 1206-06/Psb, Babinsa Koramil 1206-06/Psb, untuk mengecek hotspot atau titik api yang telah terjadi beberapa hari ini nampak bertambah terus.

Saat berpatroli bersama, rombongan mendapatkan lahan yang sedang dibakar oleh warga yaitu di Desa Sibau Hulu, Kec. Putussibau Utara. Tim Patroli langsung memadamkan lahan tersebut secara bersama, dan tidak terkecuali Dandim 1206/Psb Letkol Inf Sri Widodo, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan S.H, ikut serta dalam membantu pemadaman dengan peralatan yang telah disiapkan yaitu waterpack. Lahan tersebut memang sengaja dibakar oleh warga untuk membuka lahan yang nantinya untuk dijadikan kebun.

Dandim 1206/Psb Letkol Inf Sri Widodo mengatakan, ia bersama Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dan segenap OPD dan juga para Babinsa melaksanakan kegiatan patroli Karhutla di Sibau Hulu, melihat banyaknya lahan yang dibakar oleh warga untuk berkebun, mereka langsung terjun untuk membantu pemadaman untuk menghindari agar kebakaran tidak meluas.

Baca juga:  Prajurit Yonif 641/R Latihan Taktis Infiltrasi Darat

Sementara itu Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan S.H, mengimbau kepada warga agar hati hati dalam membakar lahan, saat membakar harus melihat situasi dulu, dan juga aturannya dipahami seperti arah anginnya, kemudian luas lahan, waktu saat membakar, dan juga harus bergantian serta laporan kepada aparat desa.

“Memang kita tidak bisa melarang, karena sudah budaya sesuai dengan kearifan lokal tetapi paling tidak ketentuan yang telah ditetapkan dalam bentuk Perda harus dilaksanakan, ya minimal kita semua bisa mencegah atau mengurangi dampak kabut asap akibat Karhutla, ” jelas Bupati Fransiskus. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel