Skip to main content
Pasukan Garuda

Cegah Meluasnya Malaria, Pasukan Garuda Fogging Wilayah Darfur Barat

Dibaca: 364 Oleh 02 Mei 2017Januari 19th, 2018Tidak ada komentar
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

TNI AD – Sudan. Untuk mencegah meluasnya penyakit malaria, pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) 03, melaksanakan fogging di seluruh area Markas Indobatt-03, Supercamp, El-Geneina, Darfur Barat, Minggu (30/4/2017).

Kepala Kesehatan Satgas Batalyon Komposit Konga XXXV-C/Unamid Mayor Ckm dr. Adi Sumanta Sembiring, Sp.PD mengatakan bahwa malaria merupakan penyakit yang paling berpotensi muncul di daerah Darfur-Sudan karena wilayah ini merupakan daerah endemik malaria. Penyebaran penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles.

Lebih lanjut Mayor Ckm dr. Adi Sumanta Sembiring menyampaikan bahwa malaria adalah penyakit endemik di Sudan Selatan dan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina disertai dengan gejala demam, pucat, kuning pada mata, kencing warna teh tua, kejang-kejang bahkan berujung pada kematian.

“Salah satu cara untuk memberantas nyamuk malaria adalah dengan melakukan fogging, selain itu juga dapat dilakukan pemberantasan sarang nyamuk,” ucapnya.

Menurut Mayor Ckm dr. Adi Sumanta Sembiring, kegiatan fogging ini juga dalam rangka menghadapi musim penghujan, bila jumlah curah hujan meningkat di wilayah Darfur maka berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah populasi dan penyebaran nyamuk tersebut. Oleh karenanya, perlu diadakannya fogging secara menyeluruh dan menjaga kebersihan lingkungan terutama di wilayah Supercamp sebagai tindakan preventifnya.

Baca juga:  EVAKUASI WARGA KONGO, INDO RDB 39F MONUSCO GERAK CEPAT SELAMATKAN WARGA KORBAN SERANGAN KELOMPOK BERSENJATA

“Kegiatan fogging yang dilaksanakan tersebut bertujuan sebagai salah satu upaya tindakan preventif untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit malaria di wilayah Supercamp, El-Geneina, Darfur Barat, hampir 90% penduduk yang meninggal karena terjangkit penyakit malaria ini terdapat di Afrika,” tutur Mayor Ckm dr. Adi Sumanta Sembiring, Sp.PD.

Pelaksanaan penyemprotan fogging yang dilakukan oleh tim kesehatan Indobatt-03 terdiri dari Kapten Kes dr. Kuswiyono, Lettu Laut (K) dr. Mallo beserta anggota kesehatan Satgas di mulai dari kantor-kantor tempat bekerja, barak-barak tempat tinggal, kamar mandi dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid yang berjumlah kurang lebih 800 personel dari Batalyon Infanteri Para Raider 433/JS Makassar dipimpin Komandan Satgas Letkol Inf Syamsul Alam S.E., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Para Raider 433/Julu Siri Kariango Sulawesi.

Satgas Kontingen Garuda XXXV-C/Unamid merupakan Satgas TNI ketiga di Sudan dan dalam pelaksanaan tugasnya ditempatkan pada dua UN Camp yaitu Markas Batalyon beserta Kompi bantuan dan 3 (tiga) Kompi senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan satu Kompi senapan Berdiri Sendiri (BS) berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina.

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel