
JAKARTA, tniad.mil.id – Bantu mendongkrak tingkatkan produktivitas pertanian di wilayah perbatasan RI-PNG, warga Kampung Wambes meminta pendampingaan Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Brajawijaya.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Mayor Inf Ary Sutrisno, S.I.P., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Senin (9/9/2019).
Diungkapkan Dansatgas, penyuluhan yang dilaksanakan pada Minggu (8/9/2019) ini berawal ketika Danpos Wambes, Letda Czi M. Rachmat menerima kedatangan perwakilan warga Kampung Wambes yang sengaja datang ke Pos untuk meminta diberikan penyuluhan tentang cara bercocok tanaman cabai.
“Apalagi tanaman cabai, selama ini belum pernah dibudidayakan warga disini, ” ujarnya.
Petani Wambes kata Dansatgas, selama ini mengolah lahan dengan cara manual, sehingga meminta bimbingan personel Satgas untuk mengajari mereka mengolah lahan agar lebih produktif.
“Dengan memanfaatkan kondisi lahan yang ada, mereka ingin bercocok tanam tanaman cabai sehingga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, dengan berbekal pengetahuan yang diperoleh pada saat melaksanakan pembekalan tugas melalui Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, dipimpin Letda Czi M. Rahmat mencoba memberikan penjelasan bagaimana bercocok tanam tanaman cabai tersebut, dengan didampingi beberapa personel satgas yang langsung mempraktekkan di lahan sekitar pos.
“Pada kegiatan tersebut, beberapa teknik praktis bercocok tanam diberikan, diantaranya cara menentukan bibit, kapan waktu memupuk, menyiram dan membersihkan tanaman dari hama yang ada,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Danpos Letda Czi M. Rahmat mengatakan, ketertarikan warga berawal dari inisiatif personel yang memanfaatkan lahan kosong di sekitar pos untuk menanam tanaman cabai.
“Melihat hal itu, warga pun mendatangi Pos Satgas agar diajari dan dibimbing cara perawatan dan pemeliharaan tanaman ini,” urainya.
“Penyuluhan bercocok tanam tersebut menjadi daya tarik tersendiri masyarakat, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh perwakilan warga. Ketertarikan mereka dalam bercocok tanam cabai, dikarenakan di Kampung Wambes PIR V ini, selama ini belum ada warga masyarakat yang bercocok tanam cabai,” terang M. Rahmat.
Adapun Kepala Kampung Wambes, Frans Abbar (45), mengucapkan terima kasih atas bantuan penyuluhan yang diberikan oleh bapak Satgas kepada warganya.
“Saya berharap keberadaan Satgas Pamtas, khususnya Pos Wambes dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,“ tuturnya.
Menurutnya, kepedulian Satgas membantu para petani di kampungnya merupakan suatu keberkahan untuk menambah wawasan warga mengembangkan tanaman cabai.
“Semoga bapak Satgas terus membimbing dan mengajari kami mengembangkan tanaman cabai ini, agar ke depan hasilnya bisa menjadi penambah pendapatan warga,” pungkasnya. (Dispenad)