Skip to main content
Berita Satuan

Eskalasi Teror Nasional Meningkat, tapi TNI-POLRI Nyatakan Balikpapan Aman

Dibaca: 57 Oleh 29 Apr 2017Januari 22nd, 2018Tidak ada komentar
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Eskalasi teror nasional yang meningkat belakangan ini tak membuat Balikpapan tidak kondusif.

Kendati di berbagai daerah di Indonesia belakangan muncul teror bom hingga penyerangan aparat keamanan oleh oknum radikal.

Hal itu dikemukakan Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta saat ditemui belakangan ini.

“Aman. Kondusif. Tempat tujuan para investor, ya di sini. Makanya kita semua harus menciptakan iklim dan atmosfir baik dan bagus,” kata Jeffri.

Menurutnya, saat ini manusia memasuki era digital di mana segala macam informasi bisa diperoleh begitu cepat. Jika informasi tidak dikelola dengan dewasa dan bijak, maka bisa jadi akan berbalik memberikan efek negatif.

“Apa yang terjadi di Perancis atau Inggris dengan cepat kita bisa mengetahui, hanya 5 menit. Insiden menabrakkan truk, atau teror lainnya. Terkadang meniru itu orang kita, makanya kita antisipasi itu,” tegasnya.

Menanggapi ancaman teror, pihaknya mengatakan Polri bekerja sama dengan TNI tentu tak akan membiarkan hal tersebut terjadi.
“Kami bekerja sama dengan TNI mengamankan Obvitnas seperti Pertamina,” tuturnya.

Baca juga:  Tim Aligator Dominasi Kemenangan pada Laga Pertama di ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 29/2019

“Pada prinsipnya Balikpapan aman. Babinkamtibmas Polres, di setiap wilayah hukum polsek lakukan safari Shalat Subuh.

Itu bagian dari upaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Kapolda adakan safari shalat Jumat. Kalau sudah kenal, jadi seperti keluarga. Ini bentuk upaya preventif,” sambungnya.

Sementara Dandim 0905 Balikpapan, Kolonel Inf Heri Setya Kusdiantana menegaskan bahwa sesuai tugas pokok TNI menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah, dan melindungi segenap bangsa seperti yang tertuang dalam UUD.

Implementasi di lapangan teritorial yakni membantu Pemerintah Daerah dan Polri melakukan tugasnya.

“Prinsipnya kalau dari kacamata polisi aman, berarti dari kacamata TNI mesti aman juga,” tuturnya.

Menurut Heri, terciptanya kondisi aman dan kondusif tak lepas dari pembinaan teritorial yang baik. Tentunya melalui insan teritorial mulai dr Babinsa, Danramil, Dandim, Danrem hingga Pangdam.

“Danramil wajib tahu situasi secara jelas, mana yang rawan, pintu masuk keluar kecamatan. Di bawahnya ada Babinsa di tingkat desa. Bagaimana kondisi ekonomi sosial dan budaya masyarakat harus paham,” urainya.

Baca juga:  Indonesia tuan rumah pertandingan olahraga militer

Setiap hari para penanggung jawab jawab teritorial tersebut wajib melaporkan perkembangan situasi tanpa putus.

Babinsa melapor Danramil, kemudian diteruskan ke Dandim, dilanjutkan ke Danrem jika Kodim non type A, lalu diterima Panglima Kodam.

“Setiap hari per 12 jam wajib melapor, Jam 6 pagi saya wajib laporkan ke Panglima, pun melakukan hal yang sama pada jam 6 sore.
Nah, berdasarkan laporan bertingkat, belum ditemukan indikasi tidak aman di kota Balikpapan,” ungkapnya. (sumber: tribun kaltim)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel