
Jayapura – Acara pembukaan penataran Mobile Training Team (MTT) Intelijen TA. 2014 jajaran Kodam XVII/Cenderawasih. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 100 orang peserta terdiri dari Bintara berkualifikasi Intel selama 20 hari mulai dari tanggal 08 s.d 19 September 2014, bertempat di Aula Jasdam XVII/Cenderawasih, Senin (08/09).
Mengawali sambutan, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua M.M., yang dibacakan Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya Kolonel Arh Irianto mengatakan bahwa, perkembangan situasi di Papua sampai sekarang masih menjadi sorotan dan perhatian masyarakat baik masyarakat nasional maupun Internasional. Hal ini tidak terlepas dari adanya kepentingan dari berbagai pihak terhadap potensi sumberdaya alam dan geo strategis wilayah Papua, apabila tidak disikapi dengan baik maka sewaktu-waktu dapat berkembang menjadi konflik yang akan mengacam kedaulatan dan integritas NKRI.
Pelaksanaan penataran MTT Intelijen dapat memberikan pendalaman dan pembekalan pengetahuan serta keterampilan Intelijen, kepada para Bintara Intel yang sudah pernah mengikuti Pendidikan Dasar Intel. Bintara Intelagar lebih memiliki kepekaan dan kesadaran akan perannya sebagai insan Intelijen guna mendukung keberhasilan tugas Satuan Intelijen dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman yang mungkin muncul di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, meliputi Papua dan Papua Barat.
Hal tersebut dapat dilihat dari masih adanya kelompok-kelompok yang masih berbeda paham walaupun berkekuatan kecil dengan upaya-upaya untuk mempengaruhi dunia internasional. Bahkan di era global saat ini reformasi mengenai berbagai masalah strategis bisa diperoleh dengan cepat dan dalam jumlah yang amat banyak. Selain itu, Teknologi Informasi sekarang sudah sangat maju serta dapat menyulitkan kita untuk memilih informasi yang relefan guna membuat prediksi yang tepat, demikian pula kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapinya.
Bintara yang bertugas sebagai Bintara Pengumpul (Bapul) dilapangan wajib memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat sehingga setiap kejadian dilapangan dapat dilakukan deteksi dini dan cegah dini melalui pembekalan intelijen.
Diharapkan kepada peserta penataran agar mengikuti kagiatan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh disiplin serta rasa tanggung jawab sehingga tujuan penataran dapat tercapai secara optimal. Tanyakan hal-hal yang masih belum dimengerti kepada tim penatar sehingga para prajurit memiliki pemahaman yang benar dalam melaksanakan tugas kedepan yang semakin berat dan kompleks.