Kodiklat

Kodiklat TNI AD Gelar Upacara 17-AN Bulan Februari 2012

Dibaca: 627 Oleh 17 Feb 2012Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Kondisi nasional Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai macam persoalan yang bersumber pada penegakan hukum, masalah keamanan nasional dan masalah transportasi di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mulai membaik.
Hal tersebut dikatakan Wakil Komandan Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Soekoyo saat membacakan amanat Panglima TNI pada upacara 17-an bulan Februari 2012 yang diikuti seluruh Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil Kodiklat TNI AD, yang bertempat di lapangan upacara Makodiklat TNI AD Jl. Aceh No. 50 Bandung (17/02/2012).

Pada amanat Panglima TNI selanjutnya Mayjen TNI Soekoyo mengatakan, masih adanya kendala dan hambatan dalam penegakan hukum dapat kita ketahui bersama pada akhir-akhir ini, hal tersebut dapat kita lihat pada beberapa kasus sengketa lahan antara masyarakat lokal dengan pengusaha di Mesuji Lampung dan Sumatera Selatan, sengketa upah buruh yang diakhiri dengan tindakan ribuan buruh penutupan jalan tol di Jawa Barat serta tindakan anarkhis masyarakat di Bima NTB berupa pembakaran kantor kepala daerah. Dalam lingkup keamanan nasional masih terjadi gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang dapat mengancam keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disamping itu, masih banyak terjadinya masalah transportasi di berbagai daerah berupa kecelakaan transportasi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat dari kurang disiplin dan lemahnya pengawasan serta kepatuhan terhadap tata tertib atau peraturan lalu lintas yang ada. Berbagai permasalahan tersebut di atas dapat mengakibatkan menurunnya kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum maupun pemerintah, bahkan dapat menjadi faktor kerawanan potensial. Rasa ketidakadilan dan ketidakpercayaan begitu mudah memprovokasi dan mengubah masyarakat awam menjadi anarkis sehingga memicu terjadinya konflik sosial, baik secara horizontal, komunal maupun vertikal.

Sebagai Prajurit dan PNS TNI, kita dituntut untuk senantiasa siap mengorbankan diri demi kejayaan serta tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus mampu menilai dan bersikap tegas terhadap setiap indikasi dan kecenderungan yang mengundang kerawanan serta ancaman, yang hendak mengganggu stabilitas nasional, apalagi yang membahayakan keutuhan NKRI. Makanya, kita harus senantiasa bersikap waspada sekaligus antisipatif, agar dapat melaksanakan tugas pokok dengan sebaik-baiknya. Senantiasa siap operasional, dalam rangka turut serta menjaga dan memelihara stabilitas nasional guna menjamin kesinambungan pembangunan nasional.
Untuk itu, disiplin, dedikasi, loyalitas, soliditas dan solidaritas Prajurit TNI harus senantiasa optimal serta prima. Hindari kebijakan pembinaan, gaya kepemimpinan dan kegiatan administrasi yang merugikan kesatuan, sehingga dapat terhindar dari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan dan bertentangan dengan norma serta hukum yang berlaku.(Pen Kodiklatad/Dispenad)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel