TNI AD – Jakarta. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menutup kegiatan Ekspedisi NKRI 2017 Koridor Papua Bagian Selatan di Lapangan Upacara Markas Komando Pasukan Khusus (Makopassus) Cijantung, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam amanat penutupan Ekspedisi NKRI 2017 Koridor Papua Bagian Selatan mengatakan, Ekspedisi NKRI merupakan kegiatan yang digagas oleh TNI AD pada tahun 2010 untuk membantu pemerintah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap seluruh potensi di berbagai wilayah Indonesia yang relatif sulit dijangkau. Selain itu, Ekspedisi NKRI juga merupakan sarana untuk pengabdian kepada masyarakat setempat, guna menjaga dan terus meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memperkuat sinergi antar berbagai komponen Bangsa dalam rangka menyukseskan pembangunan nasional.

Dikatakan Kasad, Seiring dengan besarnya manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini, akhirnya Ekspedisi NKRI ini diikuti oleh berbagai elemen dari Kementerian dan Lembaga serta kalangan akademisi dan peneliti. Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap potensi nasional yang tersimpan di bumi nusantara, serta dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional guna menyejahterakan masyarakat Indonesia.

WhatsApp_Image_2017-11-24_at_12.44.16

Pada tahun 2017 ini, Ekspedisi NKRI yang digelar di wilayah Papua Bagian Selatan tetap mengusung tema yang sama yaitu “Peduli Masyarakat dan Lestarikan Alam Indonesia”. Melalui Ekspedisi NKRI ini, kita berupaya untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, membangkitkan kesadaran Bela Negara dan wawasan kebangsaan, menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, serta meningkatkan akses perhubungan, komunikasi dan perekonomian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya menerima laporan bahwa, Ekspedisi ini telah melaksanakan penjelajahan wilayah hutan, gunung, rawa, laut, sungai, pantai dan penjelajahan di wilayah perbatasan RI-PNG sepanjang 2.940 km dan mendapatkan berbagai data antara lain ditemukannya 896 spesies flora, 1.090 spesies fauna baru, 316 data daerah yang mengalami kerusakan hutan, 160 data geologi, 206 data potensi bencana dan 754 data terkait sosial budaya,” ujar Kasad.

Salah satu hal menonjol yang dihasilkan oleh Tim Ekspedisi adalah ditemukannya lokasi permukiman masyarakat Suku Digi yang belum mengenal bahasa Indonesia, mata uang Rupiah dan pemerintahan Republik Indonesia. Tentunya ini merupakan keprihatinan bersama dan berharap temuan ini akan menjadi masukan yang sangat berarti bagi pemerintah, karena ternyata yang menjadi prioritas pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran sangat relevan dengan temuan tim ekspedisi tahun 2017 ini.

Kasad berharap, dengan berakhirnya Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan ini, berbagai hal yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian, badan dan instansi atau komponen bangsa lainnya sesuai dengan fungsinya untuk dimanfaatkan secara optimal bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *