Skip to main content
Berita Satuan

Kopassus Bantu Polri Buru Santoso

Dibaca: 16 Oleh 11 Mar 2016Maret 14th, 2016Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Pemerintah memastikan mem­perpanjang operasi Tinombala 2016 yang berakhir pada Rabu, 9 Maret 2016. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga akan diterjunkan guna mempercepat penangkapan terhadap Santoso dan jaringan terorisnya. Bantuan Kopassus TNI. Itu sinergi. Membantu banget, ujar Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi, Kamis, 10 Maret 2016.

Rudy baru saja dilantik pada Kamis, 10 Maret 2016 menggantikan Kapolda Sulteng sebelumnya, Bri­gadir Jenderal Polisi Idham Aziz. Menurut Rudy yang juga pernah menjadi anggota Detasemen Khusus 88 (Antiteror) itu, dia akan memimpin langsung pengejaran Santoso. Namun, jika Ko­passus ikut diterjunkan, itu akan sangat memban­tunya mengingat medan di Poso yang sangat berat.

Rudy menjelaskan, lokasi persembunyian Santoso dan jaringannya berada di hutan belantara. Hal tersebut yang membuat Santoso hingga kini belum tertangkap. Ditanya strategi yang akan dila­kukan guna menangkap Santoso, Rudy enggan menjelaskan. Saya tidak bisa bicara soal strategi dan tidak bisa terangkan juga kekuatan Santoso, kata Rudy.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti meminta agar Kapolda Sulteng yang baru untuk menye­lesaikan persoalan kelompok Santoso. Hal tersebut menjadi penekanan Badrodin kepada Rudy. Itu tugas penting saudara, ujar Badrodin saat me­mimpin Sejah Terima Jabatan (Sertijab) Perwira Tinggi Polri di Rupatama Mabes Polri, Kamis, 10 Maret 2016.

Baca juga:  Danrem 172/PWY Pimpin Sertijab Kasipers Korem dan Danyonif 756/WMS

Pengejaran dan penangkapan terhadap pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso harus terus dilakukan, termasuk seluruh jaringannya. Menurut Badrodin, apabila Santoso dan jaringannya tertangkap, akan menaikkan citra Polri di dunia internasional. Badrodin menyebut, Rudy berpengalaman lantaran pernah bertugas di Poso. Di situ, ada personel Brimob, TNI yang mem-back-up, sehingga diperlukan orang yang mampu mengen­dalikan dan adaptasi dengan mereka, ujar Badrodin.

Badrodin menegaskan, tidak ada penarikan pasukan terkait berakhirnya operasi Tinombala 2016. Badrodin memastikan, operasi tersebut akan diperpanjang. Operasi Tinombala akan diperpan­jang selama dua bulan, ujar Badrodin.

Sebelumnya, Menteri  Koordinator Politik Hu­kum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan me­lakukan kunjungan kerja ke Poso. Luhut menga­takan, selain memperpanjang operasi Tinombala, Kopassus juga akan diterjunkan mulai pekan de­pan. Badrodin menegaskan, akan terus mengejar Santoso beserta jaringannya selama masa perpan­jangan operasi Tinombala.

Selain memimpin Sertijab Kapolda Sulteng, Badrodin kemarin juga melantik beberapa pejabat baru. Kapolda Bangka Belitung yang sebelumnya dijabat Brigadir Jenderal Polisi Gatot Subiyaktoro kini dijabat oleh Brigadir Jenderal Polisi Yovianes Mahar. Kemudian, Kapolda Sumatra Utara yang baru Inspektur Jenderal Raden Budi Winarso menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Ngadino.

Baca juga:  Danrem 172/PWY : Kami Turun Langsung Bantu Masyarakat Korban Banjir Keerom

Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Raden Budi Winarso sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan. Jabatan Kepala Divisi Hukum Polri yang sebelumnya dijabat Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan digantikan oleh Inspektur Jen­deral Polisi Setyo Wasisto. Adapun, Asisten Sarana Prasarana  Kapolri  kini  dijabat  oleh Inspektur  Jen­deral  Polisi Erry Suhagyo. (Sumber: HU Republika)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel