
Surabaya (27/11). Dalam rangka mencegah penyebaran penyakit HIV-AIDS, Korem 084/Bhaskara Jaya mengadakan penyuluhan penyakit HIV-AIDS di Aula Bhaskara Makorem 084/BJ. Penyuluhan HIV-AIDS diikuti 143 orang prajurit dan PNS di jajaran Korem 084/BJ.
Danrem 084/BJ Kolonel Arh Nisan Setiadi, SE dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasiintelrem 084/BJ Letkol Inf Ismanto menjelaskan bahwa penyuluhan HIV-AIDS bertujuan untuk mengenalkan tentang seluk beluk HIV- AIDS kepada para prajurit dan PNS jajaran Korem 084/BJ, dengan maksud setelah mereka mengenal dan memahami tentang apa itu HIV-AIDS dan bagaimana resikonya jika seseorang telah terkena penyakit tersebut, maka diharapkan para prajurit dan PNS bisa terhindar dan menjauhinya.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Surabaya menunjukkan angka yang mengkhawatirkan yaitu jumlah penderita HIV-AIDS di Surabaya, terhitung sejak tahun 1999 hingga 2014, sebanyak 7.600 orang. Dari total penderita HIV-AIDS di Surabaya, sebesar 40 persen berasal dari usia remaja atau usia produktif, disusul ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 30 persen. Untuk remaja, sebagian besar disebabkan perilaku seksual yang menyimpang. sedangkan untuk ibu rumah tangga (IRT), rata-rata diduga karena tertular dari suaminya.
Terkait dengan begitu cepatnya penyebaran dan berbahayanya penyakit HIV-AIDS, Danrem mengingat seluruh peserta penyuluhan agar lebih antusias, sungguh-sungguh dan serius dalam mengikuti kegiatan penyuluhan ini, tanyakan jika ada hal-hal yang belum jelas, agar tahu betul tentang bahaya HIV-AIDS, sehingga mampu menghindari dan mencegahnya.
Dalam paparannya dr. Luh Ayu dari Denkesyah 05.04.04 Surabaya menjelaskan bahwa media penularan HIV-AIDS melalui darah, sperma, cairan vagina dan ASI (Air Susu Ibu), sementara itu HIV-AIDS tidak menular melalui air liur, air mata, air keringat, air seni/urine dan feses (tinja/kotoran). Untuk itu, dr. Ayu menghimbau agar prajurit dan PNS Korem 084/BJ dapat mencegah penularan HIV-AIDS melalui beberapa cara diantaranya : tidak melakukan hubungan seksual secara bebas, jangan berganti-ganti pasangan seksual, jangan melakukan hubungan seksual di luar nikah, gunakan kondom terutama perilaku resiko tinggi-jangan menjadi donor darah, seorang ibu yang didiagnosa positif hamil sebaiknya jangan hamil, penggunaan jarum suntik sekali pakai dan jauhi Narkoba.
Hadir dalam penyuluhan HIV-AIDS para Kasirem, Kabalak, perwira, bintara, tamtama dan PNS jajaran Korem 084/BJ, penyuluhan berjalan aman, tertib dan lancar.(Pen084).