
Aceh Utara, tniad.mil.id – Usai menuntaskan misi kemanusiaan penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Yonzipur 10/JP/2 Kostrad melaksanakan pergeseran pasukan (Serpas) gelombang ke-2 untuk kembali ke satuan induk di Jawa Timur, Senin (23/2/2026).
Sebanyak 105 prajurit dipimpin langsung Komandan Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, Letkol Czi Amito Surya Mutiara, diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules melalui Bandara Malikussaleh, Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Pergeseran tersebut menandai berakhirnya tugas Satgas Gulbencal di wilayah terdampak. Selama penugasan, prajurit zeni tempur berperan aktif dalam percepatan pemulihan infrastruktur serta membantu masyarakat membersihkan dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat bencana.
Dengan dukungan alat peralatan zeni dan kemampuan rekayasa teknik yang dimiliki, Satgas berhasil mempercepat proses pemulihan di sejumlah titik terdampak. Kehadiran prajurit tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi masyarakat untuk bangkit kembali.
Yonzipur 10/JP/2 Kostrad yang dikenal dengan julukan “Jaladri Palaka” merupakan satuan bantuan tempur di bawah Divisi Infanteri 2 Kostrad yang bermarkas di Pasuruan, Jawa Timur. Satuan ini memiliki kemampuan profesional dalam mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya pada penanggulangan bencana, pembangunan darurat, dan rekonstruksi infrastruktur.
Keberhasilan pelaksanaan tugas di Aceh Tamiang menjadi bukti komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi serta memulihkan dampak bencana. Sinergi yang terjalin selama masa penugasan diharapkan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Dispenad)

















