
JAKARTA, tniad.mil.id – Selain mengenang jasa para cadet (taruna) Militaire Academie (MA) dan tentara pelajar yang berjuang dan mempertahankan kemerdekaan, peringatan 71 tahun Pertempuran Plataran juga untuk menumbuhkan semangat dan jiwa patriotisme bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Kapen Humas Akmil Letkol Arm Kukuh Dwi Antono dalam keterangan tertulisnya di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2020).
Dikatakan Kapenhumas, upacara peringatan Pertempuran Plataran dilaksanakan Akmil setiap tahun, tepatnya pada tanggal 24 Februari.
“Pertempuran Plataran sendiri terjadi pada periode 21 – 24 Februari 1949,”ujar Kukuh.
Dijelaskan Kukuh, pada upacara tahun ini dipimpin oleh Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman di halaman Monumen Plataran, Sleman, Yogyakarta.
“Upacara ini mengenang perjuangan para cadet dan tentara pelajar yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda,”
tegasnya.
Kukuh mengisahkan, Pertempuran Plataran adalah peristiwa heroik dimana ketika itu Belanda menyerang Desa Plataran dari dua arah dan mengakibatkan korban jiwa dari rakyat maupun dari tentara pelajar.
“Dalam pertempuran itu, dari delapan pejuang Indonesia yang gugur, diantaranya terdapat lima Cadet MA, dua Perwira Instruktur termasuk Letda Utoyo serta anggota Tentara Pelajar,”jelasnya menambahkan.
Oleh karena itu, menurut mantan Dandim 0705/Magelang ini, peristiwa pertempuran Plataran, dapat dijadikan sebagai momen untuk menanamkan semangat dan jiwa patriotisme bagi para generasi muda, khususnya Taruna/Taruni Akmil.
“Selain para Taruna/Taruni dan pejabat Akmil, dalam upacara ini juga dihadiri para sesepuh dan pengurus serta anggota Ikatan Keluarga Akademi Militer (IKAM) Yogyakarta, diantaranya Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc. (Dewan Pengawas Ikam), Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, dan Bapak Harjo Mulyo,”imbuhnya.
Dikatakannya lebih lanjut, dalam kesempatan itu, Gubernur Akmil juga menyampaikan bahwa Pertempuran Plataran merupakan bagian perjalanan sejarah yang tidak terpisahkan antara
MA Yogyakarta sebagai cikal bakal Akmil Magelang.
“Selain mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Plataran, Gubernur Akmil juga mengajak generasi muda untuk mengambil hikmah positif dari peristiwa heroik ini” tutur Kukuh.
Menurut Kukuh, upacara yang dihadiri Dirut Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Ratu Boko, serta sejarawan Belanda dan para pejabat setempat itu, pada dasarnya merupakan implementasi dari pesan para tokoh bangsa.
“Yaitu, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”, pungkasnya. (Dispenad)