Skip to main content
Berita Satuan

PRAJURIT TNI HARUS MEWASPADAI BAHAYA LATEN KOMUNIS DAN PAHAM RADIKAL

Dibaca: 3801 Oleh 14 Nov 2014Tidak ada komentar
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Pekanbaru (13/11) – Danrem 031/WB Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto mengingatkan agar prajurit tidak lengah terhadap bahaya laten komunis dan paham radikal pada acara sosialisasi bahaya laten komunis dan paham radikal di aula Wiratama Korem 031/WB pada Kamis pagi (13/11).

Danrem 031/WB dalam sosialisasinya mengatakan, ideologi komunis di Indonesia tidak pernah mati, terlebih lagi kondisi kehidupan bangsa masih diliputi kemiskinan dan kesenjangan sosial. “Sekalipun Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dibubarkan dan dilarang keberadaannya, namun di era reformasi ini justru memberi peluang munculnya multiideologi. Kendati secara organisasi PKI sudah tidak ada, namun secara ideologi tidak pernah hilang. Komponen Bangsa perlu senantiasa waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis yang berusaha untuk merusak ketatanegaraan di Indonesia. Begitu juga dengan faham radikal yang selalu berupaya untuk menggunakan syariat agama dalam sendi-sendi keagamaan dan kenegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan Bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Baca juga:  Panglima TNI Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-71 di Monas

Dikatakan Danrem, gerakan komunis gaya baru telah banyak menyusup keberbagai elemen masyarakat dan perlu diingat bahwa komunis di Indonesia merupakan bahaya laten yang tidak pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru. Oleh karenanya, dalam menghadapi berbagai kemungkinan tersebut, maka perlu diberikan penjelasan dan pemahaman kepada semua prajurit dan PNS TNI tentang berbagai hal yang terkait dengan bangkitnya kembali komunisme yang dapat dijadikan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas Binter di lapangan.

Tak lupa dalam paparannya Danrem 031/WB mengingatkan kepada para Dandim agar melaksanakan pembinaan teritorial terbatas di wilayahnya, berani mengambil keputusan yang tepat jika terjadi suatu permasalahan di wilayahnya, dan dapat memberikan informasi yang akurat diwilayah binaannya. Danrem menganggap perlunya diberikan penjelasan dan pemahaman kepada semua prajurit dan masyarakat tentang berbagai hal yang terkait dengan bangkitnya kembali komunisme yang dapat dijadikan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas Binter di lapangan guna terwujudnya tingkat kewaspadaan yang tinggi di kalangan prajurit serta masyarakat, sehingga tidak mudah terhasut dan terpancing oleh tipu daya serta propaganda yang dilakukan oleh komunisme. Sebagai prajurit teritorial harus mampu memberikan wawasan terhadap masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh faham radikal kanan serta mengajak masyarakat agar mengantisipasi dan mewaspadai terhadap orang asing yang akan memasukan ideologinya, sehingga nantinya akan diperoleh langkah, cara dan kesamaan dalam bertindak. Ideologi komunis masih dianggap sebagai ancaman negara.

Baca juga:  Panglima TNI : TNI Akan Dukung Tugas Ditjen Bea dan Cukai

Acara ini dihadiri oleh Kasrem 031/WB, para Kasi, para Dan/Kasatdisjan Jajaran Korem 031/WB dan ratusan prajurit dan PNS se-jajaran Korem 031/WB yang sangat antusias dalam menerima Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal dari Danrem 031/WB.

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel