
Pulau Pombo yang selama ini hanya dilihat terapung ditengah laut tanpa penghuni jika anda berada didaratan desa Tulehu, Waai, Liang dan Kailolo atau anda sedang menyebrang dari desa Tulehu kekota Masohi (kota kabupaten Maluku Tengah) menggunakan kapal cepat maka pasti terlintas dibenak anda adalah pulau yang menyeramkan.
Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Meris Wiryadi, S. Ip, M. Si., ketika mencanangkan karya bakti bersama perwakilan dari masyarakat desa Tulehu, Waai dan Kailolo dalam rangka HUT Kodam XVI/Pattimura ke- 15 dan penanda tanganan prasasti kegiatan pembersihan pulau Pombo dipulau Pombo pada hari sabtu (10/5/14).
Dihadapan media cetak dan elektronik Meris Wiryadi menyatakan bahwa “ Pulau Pombo adalah pulau yang indah, pasirnya putih dan lautnya bersih sama indahnya seperti yang ada dipantai kuta Bali. Untuk itu saya akan laporkan kebapak Gubernur Maluku dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) agar pulau Pombo dihijaukan dan dilestarikan sehingga terlihat indah agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Ambon dan pulau-pulau lease khususnya dan masyarakat Maluku pada umumnya sebagai tempat wisata”. Karya bakti dipulau Pombo ini dilaksanakan secara terus menerus olah Prajurit Kodam XVI/Pattimura beserta masyarakat sekaligus untuk menjalin silaturahmi dalam rangka meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan.
Pulau Pombo ditempuh dengan jarak 15-20 menit dari demaga PT. Aneka Sumber Tata Bahari (ASTB) desa Hurnala menggunakan speedboad atau kapal ikan nelayan.