
Takengon, tniad.mil.id – TNI Angkatan Darat melalui Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) mulai melaksanakan pembangunan jembatan apung di kawasan permukiman Weh, Dusun Jamat, Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (17/1/2026). Pembangunan ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi warga pascabencana yang sempat terputus.
Sebagai tahap awal, seluruh material jembatan apung telah tiba di lokasi, meliputi tali seling, drum plastik, besi, balok kayu, kawat, dan paku. Kesiapan personel dan kelengkapan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan di lapangan.
Pembangunan jembatan apung ini dilaksanakan melalui sinergi lintas instansi dan melibatkan unsur TNI AD, Polri, aparatur sipil negara, relawan, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat setempat. Seluruh pihak bekerja secara gotong royong mengerjakan jembatan dengan metode manual.
Jembatan apung yang dibangun memiliki panjang sekitar 75 meter dan lebar 1,5 meter, menghubungkan jalur Desa Jamat dengan Desa Reje Payung. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat kembali memperlancar mobilitas warga, khususnya untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial yang sebelumnya terhambat.
Melalui pembangunan jembatan apung ini, TNI AD menunjukkan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dan kesejahteraan masyarakat perlahan pulih. (Dispenad)













