
Rencana Mabes TNI AngkatanDarat (AD) membentuk komando daerah militer (kodam) di Sulawesi Utara dan Papua Barat terus berlangsung. Bahkan secara umum program yang merupakan bagian dari penataan organisasi tersebut sudah mencapai 60%.
Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNl Mulyono saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD yang digelar selama dua hari, tanggal 28-29 Desember 2015, di Mabesad, Jakarta, kemarin. Pengembangan kekuatan tetap berlanjut, seperti pembentukan Madiv 3 Kostrad, Kodam Papua Barat, dan Kodam Manado tetap kita lanjutkan, ujarnya.
Menurut Mulyono, rencananya kedua kodam tersebut akan segera diresmikan pada 2016 mendatang. Saat ini proses pembangunan tinggal beberapa tahap penyelesaian. Dua kodam ini, 2016 sudah bisa kita resmikan karena sekarang sudah mencapai 60%. Manado itu sudah 60%, tinggal perumahan keluarga saja, demikian juga dengan yang di Papua Barat, katanya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah membenarkan pembentukan Kodam Manado dan Papua sudah mencapai 60%. Kalau dikebut kemungkinan pertengahan 2016 sudah bisa diresmikan, sebutnya.
Rapim TNI AD yang mengangkat tema “Meningkatkan Loyalitas, Moralitas, dan Integritas guna Mewujudkan TNI AD yang Kuat, Hebat, Profesional, dan Dicintai Rakyat” ini akan membahas berbagai hal, di antaranya evaluasi anggaran 2015 dan kebijakan-kebijakan TNI AD yang menjadi prioritas pada 2016 seperti peningkatan kesejahteraan prajurit baik dari aspek perumahan maupun penghasilan.
Untuk penghasilan memang sangat dipengaruhi situasi ekonomi negara. Terkait dengan, perumahan, kita sedikit demi sedikit akan menambah terus. Semua prajurit berhak mendapatkan rumah itu, tapi kita harus tahu tidak mungkin dipenuhi pemerintah karena keterbatasan anggaran. Karenanya kebijakan yang diambil adalah menertibkan rumah yang ditempati, papar Mulyono.
Selain itu, rapim ini juga membahas perihal modernitas alat utama sistem persenjataan (alutsista) melalui pemenuhan industri dalam negeri, makanisme Transfer Of Technobgy (ToT) dalam setiap pembelian, serta konsep mengenai serbuan teritorial dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat. Dan hal-hal lain yang menyangkut tugas pokok TNI AD mengenai bagaimana kita berperan dalam perbatasan, bagaimana menanggulangi bencana alam dan sebagainya, kata Mulyono.
Kemudian pengamanan perbatasan negara dan pulau terluar yang sinergis dan terintegrasi melalui pendekatan keamanan dan kesejahteraan. TNI AD, menurut Mulyono, memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan pengamanan guna menyejahterakan masyarakat, di antaranya melalui pembangunan jalan perbatasan, pembangunan fasilitas umum dan sosial.
Mantan Pangkostrad itu menambahkan, tujuan utama dari rapim ini adalah tercapainya solusi pemecahan permasalahan yang dihadapi pada pelaksanaan program dan anggaran 2015 guna meningkatkan pencapaian pelaksanaan program dan anggaran 2016 secara optimal.
Terwujudnya kesamaan misi dan soliditas unsur pimpinan TNI AD dalam rangka meningkatkan kesiapan dan kesiap siagaan satuan serta merevitalisasi fungsi utama TNI AD. (Lalu) kesiapan Kodam I/BB dalam pengembangan gelar kekuatan di Pulau Natuna, urainya. (Sumber: HU Seputar Indonesia)