Skip to main content
Berita Satuan

2016, Kodam Manado dan Papua Barat Terbentuk

Dibaca: 226 Oleh 29 Des 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Rencana Mabes TNI AngkatanDarat (AD) membentuk komando daerah militer (kodam) di Sulawesi Utara dan Papua Barat terus berlangsung. Bahkan secara umum program yang merupakan bagian dari penataan organisasi tersebut sudah mencapai 60%.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNl Mulyono saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD yang digelar selama dua hari, tanggal  28-29 Desember 2015, di Mabesad, Jakarta, kemarin. Pengembang­an kekuatan tetap berlanjut, seperti pembentukan Madiv 3 Kostrad, Kodam Papua Barat, dan Kodam Manado tetap kita lanjutkan, ujarnya.

Menurut Mulyono, rencananya kedua kodam tersebut akan segera diresmikan pada 2016 mendatang. Saat ini proses pem­bangunan tinggal beberapa tahap penyelesaian. Dua kodam ini, 2016 sudah bisa kita resmikan karena sekarang sudah men­capai 60%.  Manado itu sudah 60%, tinggal perumahan keluarga saja, demikian juga dengan yang di Papua Barat,   katanya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah membenarkan pembentukan  Kodam Manado dan Papua su­dah mencapai 60%.  Kalau di­kebut kemungkinan pertengah­an 2016 sudah bisa diresmikan,  sebutnya.

Baca juga:  Panglima Selera Istana

Rapim  TNI AD  yang  meng­angkat  tema  “Meningkatkan  Loyalitas,  Moralitas, dan Integritas guna Mewujudkan TNI AD yang Kuat, Hebat, Profesional, dan Dicintai Rakyat” ini akan membahas berbagai hal, di antaranya evaluasi anggaran 2015 dan kebijakan-kebijakan TNI AD yang menjadi prioritas pada 2016 seperti peningkatan kesejahteraan prajurit baik dari aspek perumahan maupun penghasilan.

Untuk penghasilan memang sangat dipengaruhi situasi eko­nomi negara. Terkait dengan, perumahan, kita sedikit demi sedikit akan menambah terus.  Semua prajurit berhak mendapatkan rumah itu, tapi kita harus tahu tidak mungkin dipenuhi pemerintah karena keterbatasan anggaran. Karenanya kebijakan yang diambil adalah menertibkan rumah yang ditempati,  papar Mulyono.

Selain itu, rapim ini juga membahas perihal modernitas alat utama sistem persenjataan (alutsista) melalui pemenuhan industri dalam negeri, makanisme Transfer Of Technobgy (ToT) dalam setiap pembelian, serta konsep mengenai serbuan teritorial dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat.  Dan hal-hal lain yang menyangkut tugas pokok TNI  AD    mengenai   bagaimana   kita   berperan   dalam   perbatasan,  bagaimana me­nanggulangi bencana alam dan sebagainya,  kata Mulyono.

Baca juga:  Prajurit Prakasa Vira Gupti, Kembali Mengukir Prestasi Lewat Yong Moodo

Kemudian  pengamanan  perbatasan  negara  dan  pulau  terluar  yang  sinergis  dan terintegrasi melalui pendekatan keamanan dan kesejahteraan.  TNI AD, menurut Mulyono, me­miliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan pengamanan guna menyejahterakan ma­syarakat, di antaranya melalui pembangunan jalan perbatas­an,  pembangunan fasilitas umum dan sosial.

Mantan Pangkostrad itu menambahkan, tujuan utama dari rapim ini adalah tercapai­nya solusi pemecahan per­masalahan yang dihadapi pada pelaksanaan program dan anggaran 2015 guna mening­katkan pencapaian pelaksana­an program dan anggaran 2016 secara optimal.

Terwujudnya kesamaan misi dan soliditas unsur pimpinan TNI AD dalam rangka meningkatkan kesiapan dan kesiap siagaan satuan serta merevital­isasi fungsi utama TNI AD. (Lalu) kesiapan Kodam I/BB dalam pengembangan gelar kekuatan di Pulau Natuna,  urainya.     (Sumber: HU Seputar Indonesia)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel