Berita Satuan

Operasi Gabungan ‘Wibawa Mukti’ Indo RDB MONUSCO, Eks Kombatan Kongo Serahkan AK-47 dan Ratusan Panah

Oleh 22 Okt 2019 Tidak ada komentar
Operasi Gabungan ‘Wibawa Mukti’ Indo RDB MONUSCO, Eks Kombatan Kongo Serahkan AK-47 dan Ratusan Panah
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Atas rasa simpatik dan dorongan ingin hidup berdamai, Eks Kombatan Kongo, secara sukarela menyerahkan senjata AK-47 dan ratusan anak panah melalui operasi gabungan yang digelar Satgas RDB MONUSCO dan UN di Kongo.

 

Hal tersebut dikatakan Dansatgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko saat menyerahkan secara simbolis tiga pucuk senjata jenis Ak-47 kepada Staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) Mr. Jeannot Moluba di HQ Monusco, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Senin (22/10/2019).

 

Dikatakan Kolonel Inf Dwi, operasi gabungan Long Range Mission (LRM) dari Satgas dipimpin oleh Kapten Inf Agung Sedayu dengan melibatkan unsur dari UN staf, diantaranya Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR), Child Protection, Engineering Section (ES) dan Community Liaison Assistance (CLA).

 

“Operasi Wibawa yang kita lakukan bukan sekedar patroli biasa, selain melibatkan unsur UN staf, pada pelaksanaannya mereka harus bergerak dari Kalemie menuju Axis Moba, sejauh kurang lebih 400 Km,’’ ujarnya.

 

“Seperti pada operasi sebelumnya, Satgas Indo RDB menggelar Civil and Military Coordination (Cimic) berupa layanan kesehatan gratis, sementara itu dari staf UN menggelar pendampingan psikologi sosial, Child Protection dan Engineering Section (ES).

 

Dikatakannya, operasi yang digelar selama 10 hari tersebut, memiliki dampak positif dengan diserahkannya secara sukarela berbagai senjata dan alat perang oleh eks kombatan Kongo.

 

“Dengan pendekatan dan negosiasi yang dilakukan, akhirnya tiga pucuk senjata AK-47, senjata tajam, busur dan ratusan anak panah beracun, diserahkan dari eks kombatan kepada satgas Indo RDB di sekitar Desa Lioni dan Mwanza berasal dari kelompok bersenjata (mai-mai) Bantu Self Defense yang dipimpin oleh Kafwimbi Funkwe,’’ jelasnya.

 

“Selanjutnya barang bukti tersebut diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN,’’ tandasnya.

 

Sementara itu, Mr. Kafwimbi Funkwe, salah seorang pemimpin kelompok bersenjata mengatakan, kelompoknya memutuskan berhenti perang dan setuju untuk berdamai dengan semua komunitas, termasuk Suku Twa.

 

“Kita hanya butuh dukungan dari Monusco untuk membangun kembali tempat tinggal yang hancur akibat konflik tahun 2018 lalu,’’ terangnya.

 

“Semoga keinginan kami dapat direalisasikan dengan cepat, sehingga kami bisa tinggal dengan aman, damai bersama keluarga,’’ pungkasnya.

 

Memasuki bulan terakhir masa penugasan, Satgas Indo RDB Monusco telah berhasil mengumpulkan senjata dari Ex-Combatan sebanyak 52 pucuk senjata, yang terdiri dari 45 pucuk AK-47, 2 Machine Gun, 2 RPG, 2 Arquebus, satu mortir, sebuah granat, puluhan senjata tajam, ratusan busur dan ribuan anak panah. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel