Berita Satuan

Tingkatkan Kualitas Generasi Muda, Satgas Yonif R 142 Mengajar di Perbatasan RI-RDTL

Tingkatkan Kualitas Generasi Muda, Satgas Yonif R 142 Mengajar di Perbatasan RI-RDTL
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Sebagai wujud nyata tingkatkan generasi muda di wilayah perbatasan RI-RDTL, personel Satgas Yonif Raider 142/KJ, terjun langsung menjadi tenaga pengajar bagi sekolah-sekolah yang kekurangan guru di Belu.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.,dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/12/2019).

 

Diungkapkan Dansatgas, seperti yang dilakukan personel Pos Nunura pada Selasa (10/12/2019), selain menjadi tenaga pengajar, personel Satgas juga ikut membantu pengawasan ujian di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tasifeto Timur di Desa Tohe, Kecamatan Raihat.

 

“Selain bertugas mengamankan perbatasan RI-RDTL, kami juga melaksanakan kegiatan Binter Satnonkowil seperti memberikan bantuan tenaga pengajar di sekolah yang ada di wilayah perbatasan, salah satunya di SMPN 2 Tasifeto Timur,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, selain menjaga wilayah perbatasan, berperan membantu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mencerdaskan para pelajar juga merupakan tugas Satgas.

 

“Kehadiran Satgas ikut membantu dunia pendidikan, salah satunya selalu siap menjadi guru bantu bagi sekolah yang minim tenaga pendidiknya,” jelasnya.

Baca juga:  KOREM 041/GAMAS GELAR BAKTI SOSIAL PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

 

“Kami berharap kegiatan bantuan tenaga pengajar ini dapat menciptakan hubungan yang baik antara personel Satgas dan guru serta para siswa-siswi di lingkungan sekolah,” imbuh Ikhsanudin.

 

Kegiatan ini lanjutnya pula, merupakan komitmen bersama antara Satgas dan pihak sekolah yang diharapkan dapat terlaksana secara bertahap, terpadu dan berkesinambungan dalam memajukan pendidikan di wilayah ini.

 

“Seperti pada pelaksanaan ujian sekolah, Pos Nunura dipimpin Sertu Ricky bersama beberapa personel, terjun langsung menjadi pengawas, karena sekolah tersebut kurang tenaga pendidik,” jelasnya.

 

Menurutnya, membantu proses belajar mengajar khususnya di perbatasan sangat penting dilakukan, apalagi di wilayah ini masih terbatas tenaga pendidiknya.

 

“Kami berharap dengan bantuan tenaga pendidik ini dapat menjadi solusi memecahkan persoalan pendidikan di Belu, dan Satgas akan terus berkontribusi ikut serta di dalamnya,” tandasnya.

 

Di tempat terpisah, Wadanpos Nunura, Sertu Ricky, mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah SMP Negeri 2 Tasifeto Timur yang telah memberikan kepercayaan kepada Satgas untuk menjadi guru bantu.

Baca juga:  Satgas Yonif RK 136 Bekali Pelajar Salahutu Tentang P3K

 

“Kepercayaan bapak ibu guru bagi kami merupakan amanah yang akan kami jaga dalam meningkatkan putu pendidikan para pelajar,” tuturnya.

 

Sementara itu, Yanto (41), seorang tenaga pendidik, mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang telah memberikan ilmu dan motivasi kepada anak-anak di SMPN 2 Tasifeto Timur.

 

“Kami berharap dengan ilmu dan pelajaran yang diberikan bapak Satgas, para siswa menjadi makin pintar dan lebih dewasa dalam bersikap,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel