Skip to main content
Berita Satuan

Belasan Personel Gabungan TNI Polri di Kecamatan Seteluk Lakukan Operasi Yustisi

Dibaca: 49 Oleh 13 Agu 2021Tidak ada komentar
Belasan Personel Gabungan TNI Polri di Kecamatan Seteluk Lakukan Operasi Yustisi
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id- Personel gabungan TNI Polri Kecamatan Seteluk melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di sekitar jalan Poros Seteluk Taliwang, Jumat (13/8/2021).

Kegiatan Operasi Yustisi ini adalah implementasi dari Instruksi Presiden No 6 tahun 2020 tentang peningkatan pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan. Juga diatur dalam Perda Provinsi NTB No 7 tahun 2020 dan Pergub No 50 tahun 2020 sebagai tindak lanjut Inpres No 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19.

“Ini terus kita lakukan agar protokol kesehatan ini tidak disepelekan, apalagi saat ini kasus Covid-19 di NTB masih terus terjadi,” ujar Kasdim 1628/SB Mayor Inf Dahlan mewakili Dandim, Jumat (13/8/2021).

Kasdim juga meminta kepada personel agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai SOP dan humanis.

Dalam kegiatan tersebut, 10 orang diberikan sanksi karena tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kapolsek Seteluk saat dimintai keterangan, mengatakan, bahwa Operasi Yustisi ini dilakukan untuk memberi penyadaran kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat melakukan kegiatan di luar rumah.

Baca juga:  Komodo Open 2019, Wahana Pencarian Atlet Muda dan Uji Kemampuan Atlet Renang NTT

“Mari bersama-sama kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara tetap menerapkan protokol kesehatan. Semoga ikhtiar yang kita lakukan ini dapat menghasilkan yang terbaik bagi kita semua,” katanya.

Di tempat terpisah, Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Ipda Eddy Soebandi SSos, di Taliwang, Jumat (13/8/2021) meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebar info hoax atau informasi yang belum jelas kebenarannya.

Karena informasi yang tidak pasti dan belum pasti kebenarannya, tambah Eddy, akan membuat kisruh di masyarakat.

“Kita harus cerdas dalam memilah dan memilih informasi dari sumber yang benar, karena jika kita menyebar hoax maka akan ada sanksi secara hukum,” tandas Eddy. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel