
JAKARTA, tniad.mil.id – Untuk membangkitkan semangat generasi milenial serta untuk memberi pemahaman bahaya narkoba, Satgas 743/SNS meberikan edukasi kepada pelajar SMAN 1 Halmahera Utara.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 734/SNS, Letkol Inf Edwin Charles, dalam rilis tertulisnya di Maluku Utara, Minggu (08/09/2019).
Dikatakan Erwin, masa remaja, adalah masa dimana seorang sedang berada dalam pencarian jati dirinya, ingin mengenal siapa dirinya sebenarnya.
“Saat remaja, biasanya ingin mencoba sesuatu yang baru, sehingga muncul berbagai macam gejolak emosi, dan jika kurang pengetahuan maka akan timbul masalah baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, lanjutnya, kita berikan bekal kepada mereka, bahayanya jika mengikuti arus pergaulan bebas yang tentunya dapat merusak citra generasi muda.
“Jadikan kehormatan sebagai dasar, betapa rasa malunya, jika kehormatan keluarga rusak akibat salah pergaulan,” ujarnya.
“Untuk membekalinya, kita pilih tema bahaya kenakalan remaja dan penyuluhan pertanian, sebagai alternatif untuk lapangan pekerjaan kedepannya,” terangnya.
Acara yang berlangsung Sabtu (07/09/2019) tersebut, diikuti 30 pelajar kelas 3 SMAN 1. Sebagai narasumber dua orang peronel Satgas Yonif 734/SNS Sertu Elimelek Romelus dan Sertu Aji Wicaksono.
Sertu Elimelek menerangkan, pelajar merupakan generasi emas penerus perjuangan bangsa. Bahaya narkoba membuat diri menjadi malas, kehilangan jati diri serta hilang gairah untuk meraih masa depan.
“Saat ini, korban akibat penyalahgunaan narkoba serta pergaulan bebas dikalangan remaja telah terjadi dimana-mana,” terangnya.
“Kebiasaan inilah yang harus dihindari karena akibat sex bebas yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS,” tuturnya.
Sementara, Aji Wicaksono dihadapan para siswa mengatakan, bercocok tanam merupakan mata pencarian produktif di wilayah Tobelo ini.
“Para pelajar jika lulus nantinya, sudah harus berfikir mandiri, bagaimana dapat melihat keunghulan potensi wilayah untuk membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
“Berprofesi sebagai petani, bukanlah suatu nilai pekerjaan yang rendah. Bahkan, masih ada generasi muda berpendidikan tinggi dari kota besar yang rela banting setir dan mengabdikan hidupnya untuk berkecimpung di ladang dan sawah di pedesaan,” tandasnya.
Terpisah, Edha selaku pembina kesiswaan mengatakan, remaja saat ini memang harus mendapat pendampingan dari para orang tua.
“Pendidikan utama, dari kasih sayang keluarga, sehingga nantinya mereka tumbuh menjadi pribadi penerus yang baik,” terangnya.
“Mewakili Kepala Sekolah, saya mengucapkan terima kasih, karena bapak-bapak TNI dapat memberikan pengetahuan kepada para pelajar. Semoga hal ini menjadikan media pembelajaran yang baik untuk dijadikan pedoman kehidupannya kelak,” pungkasnya. (Dispenad).