Skip to main content
Artikel

Giat Teritorial Digelar, Nasionalisme Pun Menjalar

Dibaca: 818 Oleh 16 Mei 2023Maret 4th, 2024Tidak ada komentar
Giat Teritorial Digelar, Nasionalisme Pun Menjalar
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Kabupaten Nunukan terletak di wilayah paling utara dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Wilayah seluas 14.247,50 km² ini dihuni oleh 199.090 jiwa, tersebar hingga ke Pulau Sebatik, yang secara geografis diakui sebagai bagian teritorial dari dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia. Pengelolaan pengamanan di wilayah perbatasan negara seperti Sebatik, menurut Mendagri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito Karnavian, perlu menerapkan sistem smart border yang terbagi atas soft border dan hard border. Dimana untuk menyelesaikan kompleksitas permasalahan disana, tak cukup hanya mengandalkan sarana/prasarana atau infrastruktur, yang tentu jauh tertinggal dibanding pusat kota, pun tak cukup dengan menempatkan tentara untuk menjaga kedaulatan negara saja (hard border). Melainkan harus beriringan dengan upaya memacu pengembangan sumber daya manusia di perbatasan, termasuk meningkatkan kesejahteraan warganya (soft border). Berbekal paradigma ini, Kodim 0911/Nunukan terus menggalakkan berbagai kegiatan teritorial untuk merangkul masyarakat.

Dandim 0911/Nunukan, Letkol Inf Albert Frantesca Hutagalung mengatakan bahwa selama ini anggotanya senantiasa melibatkan warga dalam setiap kegiatan teritorial yang digelar. Termasuk dalam melaksanakan program-program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) seperti TNI AD Manunggal Air, Ketahanan Pangan, penanganan kasus Stunting, hingga Babinsa Masuk Dapur dan pelayanan kesehatan. Tentunya dengan titik penerapan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Sebagaimana kerja bakti yang kala itu digelar di Desa Aji Kuning, atau yang dijuluki Kampung Pancasila. Kegiatan tersebut sengaja diinisiasi oleh Koramil Sebatik Barat untuk memperkokoh rasa nasionalisme warga.

Kampung ini beririsan langsung dengan Malaysia. Disitulah pentingnya kita masukkan Santiaji (arahan) tentang nilai-nilai Pancasila, Wasbang, Nasionalisme, Cinta Tanah Air, Bela Negara, termasuk kita majukan perekonomiannya. Momennya bisa saat prajurit kami bantu mengajar di sekolah, saat pertemuan warga, atau saat pembersihan lingkungan seperti sekarang. Kegiatan teritorial sangat penting dilakukan, terutama di pelosok atau perbatasan negara, karena itulah wujud kehadiran negara di tengah rakyat, melalui tentara,” terangnya seraya menyebut semua kegiatan tersebut juga bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi rakyat.

Baca juga:  Satuan Penerangan Menerjang Badai Post-Truth

Lebih lanjut Dandim menyampaikan bahwa ia bersyukur sinergitas di wilayahnya sangat kuat. Baik antara stakeholder yang ada (Tentara, Pemda, Otoritas Perbatasan seperti bea cukai, imigrasi dan lain-lain) maupun tokoh-tokoh yang dituakan, serta masyarakat pada umumnya. Seluruh komponen bangsa itu pun senantiasa erat berkoordinasi, baik secara formal maupun nonformal. Terlepas dari kendala yang dihadapi, seperti medan yang berupa kepulauan dan jauhnya jarak antara desa-desa binaan, hingga berimbas pada sulitnya transportasi untuk mobilitas antar pulau.

Kadang kita ketemu di warung, kita bicarakan apa kekurangan kegiatan kita, apa kendala di masyarakat, kita diskusikan. Saya juga selalu menghimbau kepada Forkopimda dan instansi vertikal, jangan ada ego sektoral. Jadi, mari kita sama-sama menjaga dan membangun NKRI,” ungkapnya. “Kita juga berupaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Nunukan. Apalagi wilayah ini juga punya potensi yang cukup menjanjikan, seperti kelapa sawit dan rumput laut. Bahkan, komoditi tersebut bukan hanya untuk pasar domestik saja, tapi dijadikan bahan baku untuk diekspor ke mancanegara,” lanjut Albert seraya menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh pihak, khususnya masyarakat, terhadap semua program teritorial yang dikerjakan Kodim 0911/Nunukan selama ini.

Baca juga:  M3 AMPHIBIOUS RIG, Ini Dia! Truk Ponton Raksasa untuk Zeni TNI AD

Apresiasi yang sama juga dilontarkan Andi Supardi, Sekretaris Camat Sebatik Tengah, kepada jajaran Kodim 0911/Nunukan atas darma baktinya kepada masyarakat di wilayah tugasnya yang meliputi Desa Aji Kuning, Desa Maspul, Desa Sungai Limau dan Desa Bukit Aru. Andi mengungkap masyarakatnya memang mendambakan kegiatan-kegiatan sosial sebagaimana yang dipelopori para prajurit, khususnya Babinsa yang sehari-harinya hidup berdampingan langsung dengan warga. Kini, ia mengaku warganya semakin guyub dan sejahtera.

Alhamdulillah, berkat kegiatan teritorial yang dilakukan Kodim 0911/Nunukan, Pulau Sebatik khususnya Desa Aji Kuning, cukup menonjol. Sering kami didatangi tamu-tamu dari (Pemerintah) Pusat, dari Provinsi juga. Situasinya juga kondusif dan masyarakatnya juga baik silaturahminya, dengan masyarakat Malaysia juga baik hubungannya. Aman dan tentram lah intinya,” tutur Andi seraya berharap keakraban dan kedekatan emosional antara TNI dan rakyat ini bisa terus dipertahankan.

Haji Tahir mengurai bahwa kegiatan gotong royong rutin digelar prajurit Kodim atau Koramil setiap hari Sabtu pagi. Tokoh Masyarakat Desa Aji Kuning ini mengungkap, warga justru merasa senang dan mengaku kegiatan sosial semacam itu, menumbuhkan semangat nasionalisme warga. Pria yang usianya sudah melampaui 70 tahun ini juga mengapresiasi langkah Kodim yang menyulap desanya menjadi Kampung Pancasila. Lengkap dengan ikon khasnya yaitu Rumah Merah Putih, yang viral karena keunikannya. Dimana teras rumah serta ruang tamunya berada di wilayah Indonesia, sementara dapur hingga kamar mandinya masuk ke wilayah Malaysia.

Baca juga:  Sinergi Antara Masyarakat dengan TNI AD dalam Penanggulangan Terorisme di Indonesia

Keluar semua kami. Hari Jumat diumumkan di masjid, besok bakti. Jadi, kita turun semua besoknya… Iye,” ceritanya dengan logat Melayu yang kental. “Air sekarang sudah mulai dibangun, tinggal perbaikan jalan, itu saja kami minta… Iye,” sambungnya menyampaikan harapan warga kepada TNI untuk disampaikan kepada Pemda.

Menanggapi permintaan tersebut, salah seorang Babinsa Koramil 0911-02/Sebatik Serka Elio Da Silva, menyatakan siap untuk menjembatani aspirasi tersebut agar sampai pada instansi terkait. Menurut pria kelahiran Timor Leste itu, hal tersebut memang sudah menjadi salah satu tugasnya sebagai prajurit TNI, apalagi ia juga seorang Babinsa.

Sejak awal cita-cita saya ingin menjadi TNI. Karena kecintaaan saya pada Indonesia, juga saya ingin mengabdikan jiwa dan raga untuk menjaga kedaulatan negara. Hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi solusi dari kesulitan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat binaan saya, itu sudah menjadi tugas Babinsa,” tandas Da Silva, yang meyakini kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin berkat kegiatan teritorial yang dilakukan Kodim menjadi kunci makin kokohnya kedaulatan negara di setiap jengkal wilayah NKRI, termasuk di pulau terdepannya, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kaltara. (Penum Dispenad)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel