Skip to main content
Kodam II/Sriwijaya

Jembatan Gantung Putus, Prajurit TNI AD Evakuasi Warga

Dibaca: 1992 Oleh 17 Jan 2024Tidak ada komentar
Jembatan Gantung Putus, Prajurit TNI AD Evakuasi Warga
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Pasca putusnya jembatan penghubung Desa Kahuripan dan Desa Kuripan Selatan, Muara Enim Sumetera Selatan, prajurit TNI AD dari Koramil 404-04/Gunung Megang membantu evakuasi warga yang terdampak banjir akibat luapan sungai Lematang.

Hal itu dikatakan Dandim 0404/Muara Enim Letkol Inf.Nugraha SH, MIP. dalam rilisnya, Muara Enim, Sumsel, Rabu (17/01/2024)

Diungkapkan Dandim, sungai Lematang meluap dan arus air yang deras menyebabkan terputusnya jembatan gantung yang berada di Kecamatan Empat Petyla Dangku, Muara Enim, Sumsel.

“Dinihari sekitar pukul 04:30 WiB, sungai Lematang meluap dan arus yang deras menyebabkan tiang pondasi jembatan gantung mengalami miring dan roboh, menyebabkan jembatan gantung pun putus sehingga berdampak terhadap aktivitas masyarakat seperti ke kebun, sekolah dan kerja,” ungkapnya.

Atas laporan dari masyarakat, lanjut dia, Camat Empat Petulai serta perangkat desa dan personel Koramil 0404-04/GM meninjau ke lokasi.

“Selain mengecek kondisi jembatan gantung dan kondisi debet air, personel kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar serta membantu evakuasi warga yang terdampak dari meluapnya air sungai Lematang,”ucap Nugraha.

Baca juga:  Prajurit Korem Dapat Ilmu Dari Ustadz H. Ja’far Siddiq

Untuk diketahui, jembatan Gantung Lematang yang memiliki panjang 218 meter dan lebar 1,5 meter serta kapasitas muatan 1,5 Ton itu dibangun tahun 2015.

“Sejak dibangun, jembatan belum ada perbaikan sehingga memungkinkan kondisinya sudah tidak kokoh saat diterjang arus deras,”terangnya lebih lanjut.

Adapun personel dari Koramil yang terjun dalam evakuasi itu, yaitu Pelda Jeri Kurniawan, Sertu Topan Suralaga dan Kopda Sarbi Dony. Para Babinsa yang membantu evakuasi warga dipimpin Danramil Kapten Akhir Jawandi.

Terpisah, Danramil 0404-04/GM Kapten Akhir Jawandi menyampaikan, selain menggunakan perahu, untuk lalu lintas menuju kedua desa melalui jalan alternatif Musi Hutan Persada (HMP) Desa Banuayu.

“Yaitu memutar dari simpang Belimbing atau Jembatan Gantung Dangku. Namun dengan kondisi saat ini, air yang deras, warga belum berani menyeberang menggunakan perahu. Hingga siang ini anggota kami, masih terus membantu masyarakat yang terdampak meluapnya air dan jembatan gantung yang putus,” tutur Danramil. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel