Kodam XVII/Cenderawasih

Netralitas TNI Sudah Tidak Perlu Didiskusikan Ataupun Ditawar Lagi

Dibaca: 13 Oleh 07 Jul 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Merauke, (06/07) Upacara gabungan awal bulan juli di lapangan Makorem 174/ATW, bertindak sebagai Inspektur Upacara Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Ardhieri.

Pada upacara gabungan ini Kasrem membacakan amanat Danrem 174/ATW yang pada intinya adalah Danrem Brigjen TNI Supartodi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa dinegara kita akan melaksanakan pesta demokrasi dengan mengelar pemilukada serentak di wilayah indonesia termasuk di kabupaten merauke, asmat dan boven digoel yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. dimana perkembangan situasi politik yang ada pasti akan semakin memanas.

Danrem memerintahkan prajurit TNI harus tetap menjaga dan memelihara Netralitas TNI selama memasuki proses pendaftaran para Balon Bupati Dan Wakil Bupati serta dalam pelaksanaan kampanye nanti. netralitas TNI sudah tidak perlu didiskusikan ataupun ditawar lagi tetapi untuk dilaksanakan oleh seluruh prajurit TNI di manapun berada dan bertugas. Netralitas TNI adalah harga mati bagi seluruh prajurit TNI. Pelangggaran terhadap netralitas akan diberikan sanksi yang berat bisa sampai kepada pemecatan terhadap prajurit yang melanggar.

Oleh katrena itu Danrem supartodi memerintahkan seluruh Komandan dan Kepala satuan wajib mengawasi kegiatan anggota dan keluarganya di lingkungan masyarakat untuk mencegah hal-hal yang negatif sekaligus mencegah kegiatan yang terkait dengan politik praktis. Selaku alat negara TNI bertugas mengawal kelangsungan hidup bangsa demi tercapainya cita-cita nasional.

Pada kesempatan yang baik ini pula Danrem 174/Anim Ti Waninggap menekankan kepada segenap prajurit dijajaran korem 174/ATW dimanapun bertugas dan berada untuk tetap mengikuti perkembangan yang ada guna mengantisipasi setiap kemungkinan yang akan terjadi dengan melakukan deteksi dini dan cegah dini serta lapor cepat agar dapat segera diambil langkah-langkah dalam penyelesaianya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel