Skip to main content
Kodam Iskandar Muda

Pangdam IM Lepas Satgas Pamtas RI-PNG Penyangga Yonif RK 113/JS ke Papua

Dibaca: 35 Oleh 23 Feb 2022Tidak ada komentar
Pendapat Ahli : Pernyataan Jenderal Dudung Tidak Memenuhi Unsur Perbuatan Pidana
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Jakarta, tniad.mil.id – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Mohamad Hasan melepas keberangkatan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Penyangga Yonif Raider Khusus 113/Jaya Sakti yang akan melaksanakan tugas selama 9 bulan di wilayah Papua.

Dalam keterangan tertulis Kodam IM, upacara pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Penyangga Yonif RK 113/JS dilaksanakan di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Rabu (23/2/2022). Bertindak sebagai Komandan Upacara (Danup) yaitu Danyon RK 113/JS Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si. selaku Komandan Satgas Pamtas RI-PNG.

Pendapat Ahli : Pernyataan Jenderal Dudung Tidak Memenuhi Unsur Perbuatan Pidana

Pangdam IM dalam amanatnya, mengucapkan selamat bertugas kepada Dansatgas dan prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif RK 113/JS. “Tugas ini merupakan suatu amanah, kehormatan sekaligus kepercayaan yang harus dijawab dengan karya, penuh semangat, dedikasi dan disiplin dalam menjalankan tugas operasi,” ujar Pangdam.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI Mohamad Hasan juga mengingatkan bahwa pelaksanaan tugas operasi kali ini lebih menggunakan pendekatan perbantuan kepada Pemerintah Daerah setempat melalui kegiatan pembinaam teritorial dan komunikasi sosial.

Menurut Pangdam, penugasan operasi bagi prajurit Yonif RK 113/JS merupakan suatu kebanggaan karena negara mempercayakan tugas kemiliteran kepada prajurit tersebut.

Pendapat Ahli : Pernyataan Jenderal Dudung Tidak Memenuhi Unsur Perbuatan Pidana

“Saya yakin dengan dilandasi niat, kesungguhan serta kemampuan sebagai seorang prajurit yang profesional, tugas ini akan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga harapan saya 400 personel dan materiil perorangan/satuan yang saat ini berangkat, sampai dengan kembali harus lengkap dan aman,” kata Mayjen TNI Mohamad Hasan.

Selanjutnya Pangdam IM berharap, personel Satgas harus dapat memaksimalkan keamanan personel dan materiil serta dapat fokus untuk mengoptimalkan pencapaian tugas pokok.

“Yang tidak kalah penting, di dalam setiap langkah dan berkegiatan harus selalu waspada, jangan ceroboh atau menganggap remeh apapun selama di daerah operasi,” harapnya.

Kepada prajurit Satgas Pamtas, Pangdam IM berpesan untuk menghormati budaya, kearifan lokal setempat dan komunikasi yang baik dengan tokoh adat, agama dan penduduk sekitar wilayah Papua.

Pendapat Ahli : Pernyataan Jenderal Dudung Tidak Memenuhi Unsur Perbuatan Pidana

“Ambil hati dan pikiran mereka, dengarkan keluhan mereka dan berikan jawaban serta solusi terbaik untuk mereka, sehingga kehadiran kita di sana dapat membawa solusi terhadap permasalahan masyarakat sekitar,” pesan orang nomor satu di Kodam IM tersebut.

“Semoga para prajurit sekalian selalu mendapatkan perlindungan, diberikan kemudahan dan kelancaran serta berhasil dalam pelaksanaan tugas di Papua,” doa Pangdam IM menutup amanatnya.

Upacara pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Penyangga Yonif RK 113/JS itu diakhiri dengan doa bersama dan dilanjutkan yel – yel Yonif RK 113/JS yang ditampilkan prajurit Satgas tersebut.

Turut hadir Danrem 011/LW, para Asisten Kodam, Kabalak dan Komandan Satuan jajaran Kodam Iskandar Muda, Walikota Lhokseumawe, Bupati Aceh Utara, Bupati Bireuen dan unsur Forkopimda Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen. (Dispenad)

Kirim Tanggapan