Berita Satuan

Panglima TNI Dapat Gelar dari Masyarakat Sasak

Dibaca: 350 Oleh 25 Mar 2014Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

SENIN, 24 MARET 2014 | 15:59 WIB, TEMPO.CO, Mataram – Panglima TNI Jenderal Moeldoko menerima gelar kehormatan Panji Dilaga Soring Pertala dari Ketua Majelis Adat Sasak Lalu Azhar di kampus IKIP Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin pagi, 24 Maret 2014. Anugerah gelar pemimpin tertinggi pasukan darat, laut, dan udara tersebut diberikan dengan prosesi pemasangan bebed atau leang pada pinggang, umbaq pada bahu, capuq pada kepala, dan sebilah keris.

Keris merupakan perlambang kekesatriaan, kedigdayaan, dan kecerdasan. Umbaq–selendang panjang tenunan khas Sasak–yang memiliki banyak fungsi, termasuk penggendong, merupakan simbol pengayoman. Capuq adalah ikat kepala yang merupakan simbol kewibawaan dan martabat. Sedangkan bebed atau leang adalah kain songket yang dililitkan pada pinggang untuk menjaga perilaku dan tutur kata agar tidak dikendalikan oleh hawa nafsu.

Lalu Azhar yang bertindak sebagai Pemban Adat Gumi Sasak mengatakan gelar yang diberikan tersebut mengambil referensi dari naskah klasik Serat Menak versi Pewayangan Sasak. Panji Dilaga Soring Pertala diberikan kepada tokoh pejabat yang memiliki jasa terhadap negara. “Atau yang memiliki kharisma yang tinggi di hadapan masyarakat dalam tradisi Sasak,” katanya.

Setiap kata dalam gelar tersebut memiliki arti. Panji berarti pimpinan tertinggi. Dilaga yang berasal dari kata Pating Laga bermakna pasukan tempur. Dilaga, dari kata Adi Ing Laga, bermakna kesatria. Soring, berasal dari kata Sor Ing, bermakna di bawah. Sedangkan Pertala bermakna langit atau cakrawala.

Moeldoko berharap penghargaan ini bisa memberi motivasinya kepadanya dalam menjalankan tugas. “Saya merinding menerima anugerah ini,” ujarnya. (SUPRIYANTHO KHAFID)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel