Skip to main content
Berita Satuan

Peringatan Hari Pahlawan Di Mabesad

Dibaca: 189 Oleh 10 Nov 2017Tidak ada komentar
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

TNI AD – Jakarta. Hari Pahlawan yang kita peringati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya. Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan, bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Widagdo Hendro Sukoco pada Upacara peringtan Hari Pahlawan yang dilaksanakan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta oleh segenap prajurit TNI Angakatan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Mabesad, Jumat (10/11/2017).

WhatsApp_Image_2017-11-10_at_11.03.09

Dikatakan Menteri Sosial, Dalam setiap rangkaian perjuangan kepahlawanan yang membentuk ke-lndonesiaan kita, bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran dari apinya perjuangan para pendahulu. Api yang menjadi suasana kebatinan dan pelajaran moral bagi seluruh rakyat Idonesia yaitu api yang membentuk terbangunnya Persatuan Indonesia yang terdiri atas dua hal yakni adanya harapan dan pengorbanan. Harapan dan pengorbanan itulah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia merawat eksistensinya dalam panggung sejarah bangsa-bangsa dan harus terus dinyalakan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak , menjadi besar dan terus memberi sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan umat manusia di dunia dalam suatu ikrar kebangsaaan untuk bersatu.

Baca juga:  KODAM VII/WIRABUANA KOMITMEN WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

WhatsApp_Image_2017-11-10_at_11.04.12

Menteri Sosial menyampaikan dalam amanatnya, Ikrar kebangsaan inilah yang memberi spirit pengorbanan persatuan wanita Indonesia melalui Kongres Wanita Indonesia tahun 1928 selaras dengan perjuangan RA Kartini untuk memberi pendidikan modern dan kebangsaan bagi rakyat Nusantara sebelum Sumpah Pemuda dicetuskan tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945

Ditegaskan Menteri Sosial, pada dasarnya setiap warga bangsa menyadari bahwa rakyat Indonesia mewarisi sebuah konsepsi, sebuah etos, sebuah niat dan tindak perilaku kepahlawanan yang tinggi dan luar biasa.

WhatsApp_Image_2017-11-10_at_11.03.42

“Inilah saatnya kita menuntaskan perjuangan membangun bangsa dengan sikap mental yang positif dan konstruktif yaitu membangun sebuah bangsa yang merdeka, maju, bersatu, berdaulat dan terbuka. Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat dan terbuka kita menyelami tantangan dan persoalan yang kita hadapi bersama dengan semangat persatuan didalam kesetaraan seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Diakhir amanatnya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini.
“Selamat Hari Pahlawan Tahun 2017”.

Baca juga:  Bisa Pacu Prajurit Yang Sedang TMMD, Kasad Singgah di Masjid Agung Demak

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel