Berita Satuan

Satgas Pamtas Yonif 125 Ajarkan Materi Pertolongan Pertama Kesehatan Pada Siswa Sekolah

Dibaca: 74 Oleh 01 Sep 2020Tidak ada komentar
Satgas Pamtas Yonif 125 Ajarkan Materi Pertolongan Pertama Kesehatan Pada Siswa Sekolah
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA – tniad.mil.id – Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa mengajarkan materi pertolongan pertama kesehatan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar YPK Toray Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Si’mbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Senin (31/8/2020).

Diungkapkan Dansatgas, personel Satgas Yonif 125/Si’mbisa dari Pos Toray dipimpin langsung oleh Danpos Letda Inf Bambang Suprapto mengajarkan praktek pertolongan pertama korban patah kaki dengan materi cara pemasangan bidai/tongkat atau bambu untuk meluruskan bagian tulang kaki yang patah, cara memapah, hingga cara menggendong supaya korban tidak kesakitan.

“Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberikan materi berbeda kepada peserta didik setelah sempat libur panjang akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

“Kegiatan ini juga sekaligus bertujuan untuk merangsang pola pikir anak sejak dini agar lebih peduli dan saling tolong menolong terhadap sesama serta kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama korban kecelakaan,” sambung Dansatgas.

Lebih lanjut dikatakan Dansatgas, selain mengajarkan materi pelayanan kesehatan, personel Satgas juga membagikan obat cacing kepada siswa-siswi di Sekolah Dasar YPK Toray dengan maksud agar pertumbuhan anak dapat terpelihara dengan baik.

“Salah satu faktor penyebab terganggunya pertumbuhan anak disebabkan oleh cacing dalam tubuh yang menyerap nutrisi makanan,” ucapnya.

Satgas Pamtas Yonif 125 Ajarkan Materi Pertolongan Pertama Kesehatan Pada Siswa Sekolah

“Kami berharap, kehadiran Satgas dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga perbatasan,” tambahnya.

Sementara itu, Intan (50) salah satu guru SD YPK Toray menyambut positif dan pemberian materi tersebut kepada anak didiknya.

“Pengetahuan ini merupakan hal baru bagi para siswa, walaupun sepenuhnya dalam mengatasinya dibutuhkan penanganan tenaga medis yang sesungguhnya, namun sebagai pengetahuan bagi siswa hal ini sangat bermanfaat, “ tukasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel