Satgas Pamtas

Torehkan Sejarah, Yonarmed 6/3 Kostrad Serahkan Hasil Operasi Terbanyak Selama Menjaga Perbatasan RI-RDTL

Dibaca: 8 Oleh 09 Nov 2021Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id- Menjelang berakhirnya penugasan di perbatasan RI-RDTL, Yonarmed 6/3 Kostrad torehkan sejarah terbanyak dalam penyerahan hasil operasi berupa 267 Pucuk Senjata Api dan 1562 butir amunisi dan bahan peledak.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad, penyerahan hasil operasi tersebut diserahkan Dansatgas Letkol Arm Andang Radianto, S.A.P., kepada Kasilog Korem 161/WS Kolonel Cpl Budi Utomo, S.E., M. Si., bertepatan dengan pelaksanaan verifikasi dalam rangka reorganisasi perubahan gelar Pos Pamtas RI-RDTL tahun 2021, di Desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU, Provinsi, NTT, Senin (8/11/2021).

Atas prestasi yang dicapai Yonarmed 6/3 Kostrad selaku Satuan Penugasan Operasi Pamtas RI-RDTL Sektor Barat tersebut mendapatkan apresiasi dari Kasilog Korem. Ia pun berpesan kepada Dansatgas agar menyerahterimakan ide-ide yang dipakai Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad kepada satuan pengganti nantinya, sehingga prestasi dapat diulang oleh satuan penerusnya.

“Penyerahan senjata dari masyarakat eks Timor Timur sangat luar biasa, dalam sejarah penugasan di sini baru kali ini yang terbanyak walaupun senjata bersifat nonstandar atau tidak digunakan lagi oleh Angkatan Darat, namun masih bisa dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh orang-orang karena senjata ini masih berfungsi, suatu prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Budi Utomo.

Menanggapi hal tersebut, Dansatgas Letkol Arm Andang Radianto, mengatakan bahwa prestasi yang dicapai oleh Satuan Yonarmed 6/3 Kostrad dalam penugasan yang pertama kali ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa.

Ada tiga cara, ungkap Andang, yang selalu diajarkan kepada anggotanya sehingga dapat mengumpulkan 267 pucuk senjata api serta 1562 butir munisi dan bahan peledak termasuk munisi meriam kaliber 120 mm.

“Pertama menggunakan metode Security Approach (Pendekatan Keamanan), Cultural Approach (Pendekatan Budaya) dan Prosperity Approach (Pendekatan Kesejahteraan),” tuturnya.

Selain ketiga cara tersebut, tambah Andang, pihaknya juga selalu mengadakan kegiatan-kegiatan territorial yang bersinggungan langsung dengan warga serta selalu siap membantu mengatasi kesulitan warga masyarakat, sehingga prajurit mendapatkan simpati dan kepercayaan dari warga.

“Terbukti dengan adanya apresiasi masyarakat berupa surat dari pemerintah setempat baik tingkat kelurahan sampai tingkat kabupaten, sejumlah 18 surat apresiasi yang telah diterima oleh Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad selama penugasan di RI-RDTL,” tandasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel